STANDAR PELAYANAN MINIMUM (SPM)

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar belakang

Berdasarkan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa untuk mewujudkan derajat Kesehatan yang optimal bagi masyarakat diadakan upaya kesehatan mencakup upaya peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan dan dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat yang didukung oleh sumber daya kesehatan termasuk tenaga kesehatan.

Tenaga Kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan bidang keahlian dan atau kewenangannya, salah satu diantaranya adalah Perawat Profesional Pemula yang kompeten dihasilkan melalui proses pendidikan di institusi pendidikan Diploma III Keperawatan yang diharapkan dapat berperan serta dalam memandirikan dan menggerakkan masyarakat untuk mencapai hidup sehat.

Pendidikan Diploma III Keperawatan merupakan salah satu Pendidikan Tinggi Keperawatan yang mempunyai tujuan menghasilkan tenaga Perawat Profesional Pemula dengan sebutan Ahli Madya Keperawatan. Sebagai salah satu penyelenggara pendidikan D-III Keperawatan, maka Akper Pemkab Kotim berusaha menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan perawat yang memiliki kompetensi sesuai dengan Standar Kerja Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) agar memiliki daya saing yang tinggi sebagaimana visi Akper Pemkab Kotim : “Terwujudnya Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai Perguruan Tinggi Keperawatan terkemuka yang menghasilkan sumber daya keperawatan pembelajar, bermoral Pancasila, berdaya saing dan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan”.

Penyelenggaraan pendidikan Diploma III Keperawatan di Akper Pemkab Kotim merupakan hasil konversi dari Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah di Sampit berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.3.1380, tentang izin penyelenggaraan Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Sampit.

Seiring dengan perubahan trend dunia keperawatan dan perubahan dalam pengelolaan Akademi Keperawatan milik Pemerintah Daerah, maka perlu disusun standar minimum yang harus dipenuhi agar Akper Pemkab Kotim memiliki daya saing baik dalam skala lokal maupun dalam skala regional.

  1. B.     Tujuan

Menetapkan tolok ukur atau butir-butir Pelayanan Minimal yang harus dipenuhi oleh Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringi Timur secara bertahap dan berkelanjutan.

  1. C.    Ruang Lingkup

Isi Standar Pelayanan Minimal mengacu pada standar Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terdiri dari 7 standar yaitu: (1) Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian, (2) Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Pelayanan Minimal, (3). Mahasiswa dan Lulusan,(4). Sumber daya manusia, (5). Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, standar (6) Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi dan (7) Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama.

Standar Pelayanan Minimal ini berlaku bagi Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

  1. D.    Definisi
    1. Standar Pelayanan Minimal adalah seperangkat tolok ukur kinerja sistem pendidikan yang mencakup masukan, proses, hasil, keluaran serta manfaat pendidikan yang harus dipenuhi oleh unitunit kerja. Suatu standar Pelayanan Minimal terdiri atas beberapa parameter (elemen penilaian) yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur dan menetapkan Pelayanan Minimal dan kelayakan unit kerja untuk menyelenggarakan program-programnya.
    2. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1994 melalui Kepmen. Dikbud No.187/U/1994, tanggal 7 Agustus 1994. BAN PT bertugas . melaksanakan akreditasi program studi dan atau institusi perguruan tinggi di Indonesia secara handal, akuntabel dan bertanggungjawab.
    3. Akreditasi adalah proses evaluasi dan penilaian Pelayanan Minimal institusi atau program studi yang dilakukan oleh suatu tim pakar sejawat (tim asesor) berdasarkan standar Pelayanan Minimal yang telah ditetapkan, atas pengarahan suatu badan atau lembaga akreditasi mandiri di luar institusi atau program studi yang bersangkutan.
    4. Akademi adalah penyelenggara pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dalam hal ini adalah Akper Pemkab Kotim.
    5. Dosen tetap adalah dosen yang diangkat dan ditempatkan sebagai tenaga tetap pada Akper Pemkab Kotim (bukan dosen pembina, dosen pinjaman, maupun dosen kontrakan) dalam bidang yang relevan dengan keahlian bidang studinya. Seorang dosen hanya dapat menjadi dosen tetap pada satu perguruan tinggi, dan mempunyai penugasan kerja minimum 20 jam/minggu.
    6. Dosen tidak tetap adalah dosen yang tidak termasuk sebagai dosen tetap. Misalnya dosen luar biasa, dosen pembina, dosen pinjaman, dan dosen kontrakan.
    7. Mahasiswa program reguler adalah mahasiswa yang mengikuti program pendidikan secara penuh waktu (baik kelas pagi, siang, sore, malam), dan di seluruh kampus.
    8. Mahasiswa program non-reguler adalah mahasiswa yang mengikuti program pendidikan secara paruh waktu.
    9. E.     Referensi
      1. Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun  2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
      2. Peraturan Pemerintah RI No. 65 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal
      3. Peraturan Mendiknas No. 50 th 2007 tantang Standar Pengelola Pendidikan oleh Pemerintah Daerah
      4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
      5. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi.
      6. Peraturan Pemerintah(PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
      7. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
      8. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.
      9. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
      10. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 Tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.
      11. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.00.06.2.4.3199 tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Jenjang Pendidikan Tinggi Pendidikan Tenaga Kesehatan.
      12. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.
      13. Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 861/Menkes/SK/X/2006 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Keperawatan.
      14. Peraturan Bupati Nomor 30 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Akper Pemkab Kotawaringin Timur

 

 

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN DAN

STRATEGI PENCAPAIAN

 

 

  1. A.      Visi dan misi ditetapkan oleh lembaga normatif.
  2. Visi dan misi dikembangkan berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang baik, melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
  • Ditemukan adanya bukti-bukti yang sahih dan andal tentang partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan yang ditunjukkan dengan adanya (1) rekam jejak tentang proses perumusan; (2) data, informasi yang sah dan andal; (3) analisa kondisi yang komprehensif; (4) asumsi-asumsi atau kondisi batas yang jelas.
  1. Pengembangan visi dan misi Akper Pemkab Kotim melalui mekanisme yang akuntabel. Akper Pemkab Kotim memiliki visi dan misi yang ditetapkan oleh lembaga normatif yang dibuktikan dalam bentuk SK Direktur
  2. Akademi memiliki instrumen dan kelengkapan mekanisme kontrol atas keterwujudan visi, keterlaksanaan misi dan ketercapaian tujuan melalui strategistrategi yang dikembangkan.
  • Ditemukan bukti-bukti yang sahih dan andal berupa; (1) ada rumusan strategi yang jelas di tingkat Akademi, tingkat manajemen menengah (fakultas/program), dan ditingkat bawah (jurusan dan unit-unit setara lainnya); (2) piranti pendukung (kebijakan dan prosedur) yang memfasilitasi keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, dan ketercapaian tujuan, dan berjalannya strategi-strategi yang dikembangkan; (3) instrumen pengukur keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, dan ketercapaian tujuan; (4) mekanisme kontrol keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, dan ketercapaian tujuan.
  1. Akademi menetapkan tonggak-tonggak capaian (milestones) tujuan sebagai penjabaran atau pelaksanaan Renstra.
  • Ditemukan adanya bukti-bukti yang jelas tentang; (1) rumusan tujuan bertahap yang akan dicapai pada kurun waktu tertentu; (2) tonggak-tonggak capaian tujuan dalam setiap periode kepemimpinan Akademi (3) mekanisme kontrol ketercapaian dan tindakan perbaikan untuk menjamin pelaksanaan tahap-tahap pencapaian tujuan.
  1. Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, tujuan, dan sasaran, serta strategi pencapaian sasaran.
    1. Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, tujuan, dan sasaran. Memiliki visi, misi, tujuan, dan sasaran yang: sangat jelas; sangat realistik; saling terkait satu sama lain; melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni dan masyarakat.
    2. Strategi pencapaian sasaran dengan rentang waktu yang jelas dan didukung oleh dokumen. Strategi pencapaian sasaran:
  • Dengan tahapan waktu yang jelas dan sangat realistik.
  • Didukung dokumen yang sangat lengkap.
  1. B.       Visi dan misi dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.
    1. Sosialisasi visi dan misi Akper Pemkab Kotim dilaksanakan secara berkala kepada pemangku kepentingan.
  • Visi dan misi Akper Pemkab Kotim disosialisasikan kepada semua pemangku kepentingan secara berkala.
  1. Visi dan misi Akper Pemkab Kotim dijadikan pedoman, panduan, dan rambu-rambu bagi semua pemangku kepentingan internal serta dijadikan acuan pelaksanaan Renstra, keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, ketercapaian tujuan melalui strategistrategi yang dikembangkan.
  • Ditemukan bukti-bukti yang sahih dan andal bahwa visi dan misi; (1) dipahami dengan baik dan dijadikan acuan pelaksanaan Renstra pada semua tingkat unit kerja; (2) dijadikan rambu-rambu, panduan atau pedoman bagi semua pemangku kepentingan intern

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

TATAPAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU

 

 

  1. A.      TataPamong menjamin terwujudnya visi, terlaksanakannya misi, tercapainya tujuan, berhasilnya strategi yang digunakan secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil.
    1. Akademi memiliki tata pamong yang memungkinkan terlaksananya secara konsisten prinsip-prinsip tata pamong, terutama yang terkait dengan pelaku tata pamong (aktor) dan sistem ketatapamongan yang baik (kelembagaan, instrumen, perangkat pendukung, kebijakan dan peraturan, serta kode etik).
  • Ditemukan bukti-bukti tertulis, data dan informasi yang sahih dan andal bahwa seluruh unsur tatapamong menjamin penyelenggaraan Akademi yang; (1) kredibel (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) adil.
  1. B.       Memiliki struktur organisasi yang efektif sesuai dengan kebutuhan institusi serta sistem pengelolaan dan operasi yang berlaku, lengkap dengan deskripsi tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas.
    1. Struktur organisasi yang lengkap dan efektif sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan dan pengembangan Akademi yang bermutu.
  • Ada bukti, kelengkapan dan keefektifan, serta dokumentasi mengenai struktur organisasi meliputi organ-organ: (1) Pimpinan institusi; (2) Senat; (3) Pelaksana kegiatan akademik; (4) Unit pelaksana administrasi, pelayanan dan pendukung; (5) Unit monitoring dan evaluasi SPM.
  • Dilengkapi dengan deskripsi yang jelas tentang tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing secara tertulis.
  1. Kelengkapan struktur organisasi yang memiliki wewenang dalam melaksanakan tujuh fungsi manajemen berikut: (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pengembangan staf, (4) pengawasan, (5) pengarahan, (6) representasi, dan (7) penganggaran.
  • Struktur organisasi memiliki wewenang semua fungsi manajemen dan mampu menggerakkan fungsi lembaga secara efisien.
  1. Kelembagaan kode etik.
  • Ada wadah yang resmi untuk menyelesaikan masalah pelanggaran kode etik di Akper Pemkab Kotim yang: (1) bertanggung jawab, (2) akuntabel, (3) transparan, (4) kredibel, (5) adil.
  1. C.      Kepemimpinan Akper Pemkab Kotim memiliki karakteristik: kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, kepemimpinan publik.
  2. Karakteristik kepemimpinan yang efektif.
  • Kepemimpinan Akper Pemkab Kotim memiliki karakteristik: (1) kepemimpinan operasional; (2) kepemimpinan organisasional; (3) kepemimpinan publik.
  1. D.      Renstra disusun dan disosialisasikan oleh Akademi kepada semua pemangku kepentingan.
  2. Partisipasi pemangku kepentingan dalam menyusun Renstra.
  • Renstra disusun dengan partisipasi aktif pemangku kepentingan yang mencakup unsur-unsur: Pimpinan unit, Dosen, Karyawan, Mahasiswa, dan Pemangku kepentingan eksternal.
  1. Sosialisasi Renstra secara efektif dan intensif
  • Renstra disosialisasikan kepada: (1) Pimpinan unit; (2) Dosen; (3) Mahasiswa; (4) Pemangku kepentingan eksternal. Dengan cara: (1) Pertemuan khusus; (2) Media cetak; (3) Media elektronik.
  1. E.       Renstra dilaksanakan dalam bentuk program-program yang terintegrasi pada semua unit kerja, dimonitor, dievaluasi dan ditindaklanjuti hasilnya secara teratur dan efektif.
    1. Pelaksanaan Renstra dalam bentuk program yang terintegrasi.
  • Unit-unit kerja memiliki bukti-bukti program yang terintegrasi yang sejalan dengan rencana strategi Akademi dan ada bukti-bukti pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta tindaklanjut dalam bentuk laporan.
  1. F.       Memiliki prosedur yang komprehensif, mencakup mekanisme untuk melakukan perencanaan dan implementasi kebijakan-kebijakan Akademi.
  2. Prosedur perencanaan dan implementasi kebijakan Akademi.
  • Terdapat bukti yang menunjukkan adanya dokumen tentang: (1) Manual Prosedur (MP) mengenai perencanaan, pengembangan serta implementasi kebijakan-kebijakan Akademi; (2) sistem monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan setiap kebijakan Akademi ; (3) laporan bulanan/ semesteran mengenai hasil monitoring dan evaluasi; (4) tindak lanjut dari hasil monitoring dan evaluasi.

 

 

 

  1. G.      Akademimemiliki deskripsi tugas, program peningkatan kompetensi manajerial yang menjamin terjadinya proses pengelolaan yang efektif dan efisien di setiap unit kerja.
  2. Program peningkatan kompetensi manajerial untuk menjamin proses pengelolaan yang efektif dan efisien di setiap unit.
  • Ada bukti bahwa Akademi memiliki (1) uraian tugas; (2) prosedur kerja; (3) program peningkatan kompetensi manajerial yang sistematis untuk pengelola unit kerja.
  • Menggambarkan efektifitas dan efisiensi manajemen operasi di setiap unit kerja.
  1. H.      Menyebarluaskan hasil kinerja Akademi secara berkala kepada pemangku kepentingan sebagai bentuk akuntabilitas publik.
    1. Diseminasi hasil kerja Akademi sebagai akuntabilitas publik
  • Akademi secara bertanggung jawab menyebarluaskan hasil kinerjanya secara berkala kepada semua stakeholders, minimal setiap tahun.
  1. I.         Memiliki sistem audit internal yang efektif dilengkapi dengan kriteria dan instrumen penilaian serta menggunakannya untuk mengukur kinerja setiap unit kerja.
  2. Sistem audit internal yang efektif, menggunakan kriteria dan instrumen untuk mengukur kinerja setiap unit.
  • Akademi memiliki kriteria dan instrumen penilaian, menggunakannya untuk mengukur kinerja setiap unit, dan hasil pengukurannya digunakan serta didiseminasikan dengan baik.

 

  1. J.        Akademi menjalankan sistem penjaminan mutu yang didukung dengan adanya bukti-bukti berupa manual, dan pelaksanaannya.
  2. Keberadaan dan efektivitas unit pelaksana penjaminan mutu.
  • Memiliki unit penjaminan mutu yang telah sepenuhnya melakukan proses penjaminan mutu.
  1. Keberadaan Dokumen Mutu.
  • Ada bukti bahwa Akademi memiliki Dokumen Mutu yang lengkap. meliputi: (1) Manual Mutu; (2) Standar Mutu; (3) Manual Prosedur; (4) Instruksi Kerja; (5) Dokumen Pendukung.
  1. Implementasi penjaminan mutu.
  • Penjaminan mutu sudah berjalan di seluruh unit kerja mencakup siklus perencanaan, analisis dan evaluasi, tindakan perbaikan yang dibuktikan dalam bentuk laporan monitoring dan evaluasi.
  1. Monitoring dan evaluasi hasil penjaminan mutu minimal di bidang pendidikan, penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, aset, sarana prasarana.
  • Ada bukti tentang pelaksanaan dan pencapaian sasaran penjaminan mutu minimal dibidang (1) pendidikan; (2) penelitian; (3) pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat yang terdokumentasi dan disosialisasikan dengan baik.
  1. K.      Akademi memiliki rekaman data yang diolah menjadi informasi untuk memungkinkan pelacakan kembali data dan informasi yang diperlukan serta memberikan peringatan dini kepada pihak yang melakukan tindakan perbaikan.
  2. Sistem perekaman data dan informasi yang efesien dan efektif.
  • Ada bukti tentang sistem perekaman data dan informasi yang mudah dilacak dan digunakan secara efektif untuk memerikan peringatan dini agar segera dilakukan tindakan perbaikan.
  1. L.       Akademi memiliki komitmen institusi untuk menyediakan dana yang menjamin upaya peningkatan mutu internal serta akreditasi, secara terus menerus.
  2. Komitmen penyediaan dana untuk menjamin mutu internal dan akreditasi.
  • Ada bukti tentang alokasi dana khusus yang sangat mendukung program penjaminan mutu internal dan akreditasi secara berkelanjutan.
  1. M.     Akademi memiliki pedoman Penyelenggara Pendidikan yang diterbitkan oleh Akademi dan dapat diakses dengan mudah.
  2. Pedoman Penyelenggara Pendidikan yang diterbitkan oleh Pusdiknakes dan Akper sendiri.
  • Ada bukti tertulis berupa Pedoman Penyelenggara Pendidikan yang mudah diakses oleh semua pemangku kepentingan.
  1. N.      Akademi memiliki data dan informasi mutakhir tentang peringkat serta masa berlaku akreditasi nasional/internasional.
  2. Data dan informasi mutakhir tentang peringkat dan masa berlaku akreditasi program studi.
  • Ada bukti informasi mutakhir yang terdokumentasi mengenai status akreditasi secara lengkap dan mudah diakses.

 

 

BAB IV

MAHASISWA DAN LULUSAN

 

 

  1. A.    Akademi memiliki sistem rekrutmen dan seleksi mahasiswa baru yang menjamin mutu, ekuitas, aksesibilitas, dan menggunakannya secara konsisten dan efektif
    1. Sistem penerimaan mahasiswa baru disusun secara lengkap, dan dilaksanakan secara konsisten.
  • Ada bukti berupa dokumen mutu dan pelaksanaannya secara konsisten tentang penerimaan mahasiswa baru yang memuat unsur-unsur berikut: (1) Kebijakan/ pendekatan penerimaan mahasiswa baru; (2) Kriteria penerimaan mahasiswa baru; (3) Prosedur penerimaan mahasiswa baru; (4) Instrumen; penerimaan mahasiswa baru; (5) Sistem pengambilan keputusan.
  1. Sistem penerimaan mahasiswa baru mampu menjamin mutu, ekuitas, aksesibilitas secara efektif.
  • Sistem penerimaan mahasiswa baru yang ada menghasilkan mahasiswa yang bermutu, mencerminkan ekuitas dan aksesibilitas yang ditunjukkan dengan: (1) Pemenuhan persyaratan mutu mahasiswa yang ditentukan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan; (2) Rasio antara pendaftar dengan yang diterima;(3) Rasio antara yang diterima dengan daya tamping.
  1. Ketersediaan dokumen tentang penerimaan mahasiswa baru dan pelaksanaannya.
  • Tersedia dokumen tentang penerimaan mahasiswa baru dan dilaksanakan secara konsisten.

 

  1. Rasio calon mahasiswa yang melamar dibanding calon mahasiswa yang diterima.
  • Rasio calon mahasiswa yang melamar dibanding calon mahasiswa yang diterima > 4:1.
  1. Daya tarik Akper Pemkab Kotim secara nasional, berupa penyebaran mahasiswa yang berasal dari berbagai Kecamatan di Kotawaringin Timur.
  • Mahasiswa berasal dari > 30% dari semua Kecamatan Kotawaringin Timur.
  1. Pedoman seleksi calon mahasiswa baru disusun secara lengkap.
  • Ada bukti berupa dokumen pedoman seleksi mahasiswa baru yang dilengkapi dengan: (1) Pendekatan seleksi; (2) Prosedur seleksi; (3) Kriteria seleksi; (4) Instrumen, dan (5) Cara pengambilan keputusan.
  1. Sistem untuk memberikan peluang dan menerima mahasiswa dari golongan tidak mampu dan Kecamatan terisolasi
  • Ada bukti tertulis tentang sistem untuk memberikan peluang dan menerima mahasiswa dari golongan tidak mampu atau kecamatan terisolasi secara terbatas dalam jumlah dan jenis, serta bukti komitmen penyediaan fasilitas dan kelengkapan yang memadai.
  1. Penerapan prinsip-prinsip ekuitas.
  • Profil mahasiswa yang diterima menunjukkan bahwa tidak ada pembedaan perlakuan atas dasar gender, status sosial, ras, agama, latar belakang budaya, dan politik.
  1. Penerapan prinsip pemerataan daerah asal mahasiswa.
  • > 50% Kecamatan terwakili.
  1. Lulusan: Rata-rata masa studi lulululusan dan IPK rata-rata, upaya pengembangan dan peningkatan mutu lulusan.
  • Rata-rata masa studi lulusan dan rata-rata IPK.
  • Penilaian butir ini dihitung dengan cara berikut:

∑ Masa studi seluruh mahasiswa satu angkatan

Mahasiswa satu angkatan

  • Rata-rata masa studi yang di inginkan adalah 3 (tiga) tahun
  1. Upaya pengembangan dan peningkatan mutu lulusan, serta pemanfaatan lulusan/alumni bagi peningkatan mutu Akper.
  • Upaya yang dilakukan dapat berupa:

1. Penggalangan dana.

2. Sumbangan fasilitas.

3. Masukan untuk perbaikan proses pembelajaran.

4. Pengembangan jejaring.

  • Ada upaya, dilaksanakan dengan baik.
  • Hasilnya sangat efektif.
  • Mencakup keempat upaya.
  1. B.       Akademi mampu memberikan akses dan layanan kepada mahasiswa yang secara efektif dimanfaatkan untuk membina dan mengembangkan penalaran, minat dan bakat, bimbingan karir, dan kesejahteraan.
    1. Akses dan layanan kepada mahasiswa untuk membina dan mengembangkan penalaran, minat dan bakat, kesejahteraan, bimbingan karir.
  • Ada bukti tentang aksesibilitas dan layanan unit-unit pembinaan dan pengembangan bidang: (1) minat dan bakat; (2) penalaran; (3) kesejahteraan; (4) bimbingan karir.
  1. Pemanfaatan unit-unit layanan yang disediakan oleh Akademi secara efektif.
  • Ada bukti tentang pemanfaatan unit-unit layanan mahasiswa yang didukung dengan tersedianya: (1) dana; (2) sarana dan prasarana; (3) pembimbingan; (4) agenda kegiatan yang terdokumentasi dengan baik.
  1. Peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah dan dalam bidang minat dan bakat pada tingkat lokal/ nasional.
  • Ada bukti partisipasi pada semua kegiatan mahasiswa, yaitu: (1) Penalaran; (2) Minat dan Bakat; (3) ada tingkat lokal, dan nasional.
  1. Peningkatan prestasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah dan dalam bidang minat dan bakat pada tingkat lokal/ nasional/ internasional.
  • Ada bukti prestasi pada semua kegiatan mahasiswa, yaitu: (1) Penalaran; (2) Minat dan Bakat; (3) ada tingkat lokal, nasional, dan internasional.
  1. C.      Akademi memiliki kode etik mahasiswa, melakukan sosialisasi, dan menerapkan secara konsisten.
    1. Keberadaan kode etik mahasiswa.
  • Ditemukan bukti tentang adanya dokumen kode etik mahasiswa yang: (1) Jelas; (2) Komprehensif; (3) Realistis untuk Akper Pemkab Kotim yang bersangkutan.
  1. Sosialisasi kode etik mahasiswa.
  • Ada bukti tentang sosialisasi kode etik mahasiswa melalui: (1) Pertemuan khusus; (2) Media cetak; (3) Media elektronik; (4) Yang terdokumentasi dengan baik.

 

 

  1. Penerapan kode etik mahasiswa dan hasilnya.
  • Ada bukti penerapan kode etik mahasiswa yang menghasilkan peningkatan perilaku etis mahasiswa: (1) Dalam penulisan karya ilmiah dan populer; (2) Dalam disiplin mengikuti kegiatan akademik; (3) Terhadap lingkungan.
  1. D.      Layanan kemahasiswaan.
    1. Kepemilikan instrumen survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan.
  • Ada bukti tentang kepemilikan instrumen untuk mengukur kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan, yang memiliki: (1) Validitas; (2) Reliabilitas; (3) Mudah digunakan.
  1. Pelaksanaan survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kegiatan kemahasiswaan.
  • Ada bukti laporan tentang hasil survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kegiatan kemahasiswaan yang: (1) Komprehensif; (2) Dianalisis dengan metodologi yang tepat; (3) Disimpulkan dengan baik; (4) Digunakan untuk perbaikan sistem manajemen layanan kegiatan kemahasiswaan; (5) Mudah diakses oleh pemangku kepentingan.
  1. E.       Akademi memiliki sistem evaluasi untuk mencapai angka efisiensi edukasi yang ideal.
    1. Pemilikan sistem evaluasi untuk mencapai angka efisiensi edukasi yang efektif.
  • Ada bukti tentang kepemilikan sistem evaluasi yang efektif yang mencakup: (1) Kebijakan dan strategi untuk mendorong seluruh jurusan/program studi melakukan proses pencapaian efisiensi edukasi yang ditetapkan oleh institusi; (2) Instrumen yang sahih dan andal disesuaikan dengan kondisi Akademi/Fakultas/Program; (3) Monitoring dan evaluasi proses pencapaian efisiensi edukasi yang telah ditetapkan; (4) Tonggak pencapaian serta tindak lanjut untuk mencapai angka efisiensi edukasi yang ideal.
  1. F.       Akademimemiliki mekanisme yang menjamin evaluasi hasil pelacakan lulusan yang digunakan sebagai umpan balik bagi institusi dalam menentukan kebijakan akademik.
    1. Pemilikan sistem evaluasi lulusan yang efektif.
  • Ada bukti tentang kepemilikan sistem evaluasi yang efektif yang mencakup; (1) Kebijakan dan strategi dan komitmen institusi untuk mendorong seluruh jurusan/program studi melakukan proses pelacakan dan evaluasi lulusan; (2) Instrumen yang sahih dan andal disesuaikan dengan kondisi Akademi; (3) Monitoring dan evaluasi keefektifan proses pelacakan dan pemberdayaan lulusan; (4) Tonggak pencapaian serta tindak lanjut untuk mencapai sasaran yang ditetapkan.
  1. Pemilikan mekanisme yang menjamin evaluasi hasil pelacakan lulusan digunakan sebagai umpan balik bagi institusi dalam menentukan kebijakan akademik.
  • Ada bukti laporan tertulis hasil pelacakan lulusan yang dievaluasi dan dianalisis, serta hasilnya digunakan secara konsisten sebagai umpan balik bagi institusi dalam menentukan kebijakan akademik.

 

 

  1. G.      Akademi memiliki layanan untuk pengembangan karir dalam berbagai bentuk program yang memungkinkan terselenggaranya pendidkan sepanjang hayat bagi para lulusan.
    1. Pemilikan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan.
  • Ada bukti kebijakan tertulis dan program terjadwal tentang pemberian layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa serta lulusan, yang mencakup: (1) Penyebaran informasi kerja; (2) Penyelenggaraan bursa kerja secara berkala; (3) Perencanaan karir; (4) Pelatihan melamar kerja; (5) Layanan penempatan kerja.
  1. Sosialisasi program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan.
  • Ada bukti tentang sosialisasi program layanan bimbingan karir dan informasikerja bagi mahasiswa dan lulusan melalui: (1) Pertemuan khusus; (2) Mediacetak; (3) Media elektronik; (4) Dokumentasi yang baik.
  1. Pelaksanaan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan, serta hasilnya.
  • Ada bukti pelaksanaan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan yang menghasilkan kemudahan bagi mahasiswa dan lulusan untuk: (1) Memperoleh informasi yang komprehensif tentang pasar kerja; (2) Merencanakan karir yang realistik; (3) Mengajukan lamaran kerja dengan baik.

 

 

BAB V

SUMBER DAYA MANUSIA

 

 

  1. A.      Akademi memiliki sistem pengelolaan sumberdaya manusia yang mencakup sub-sub sistem perencanaan, rekrutmen dan seleksi, orientasi dan penempatan pegawai, pengembangan karir, penghargaan dan sanksi, remunerasi, pemberhentian pegawai, yang transparan dan akuntabel berbasis pada meritokrasi, keadilan, dan kesejahteraan.
    1. Pemilikan sistem pengelolaan sumberdaya manusia yang lengkap.
  • Ada dokumen tertulis tentang sistem pengelolaan sumberdaya manusia yang mencakup: (1)Perencanaan; (2) Rekrutmen, seleksi, dan pemberhentian pegawai; (3) Orientasi dan penempatan pegawai; (4) Pengembangan karir; (5) Remunerasi, penghargaan, dan sanksi yang transparan dan akuntabel berbasis pada meritokrasi.
  1. Dosen tetap: Sistem rekrutmen, kecukupan, kualifikasi dosen tetap dan upaya pengembangannya.

Pedoman tertulis tentang sistem rekrutmen, penempatan, pembinaan, pengembangan dan pemberhentian dosen dan konsistensi pelaksanaannya.

Pembinaan yang baik mencakup penyediaan kondisi kerja yang kondusif (kesempatan meningkatkan kemampuan akademik/profesional dan jaminan kesejahteraan yang memadai). Hal ini akan meningkatkan retensi SDM.

  • Ada pedoman tertulis yang lengkap; dan ada bukti dilaksanakan secara konsisten.

 

  1. Kecukupan dan kualifikasi dosen tetap.
  • Jumlah dosen tetap disbanding mahasiswa adalah 1 : 30
  • Klualifikasi dosen tetap 75% dengan S2 dihitung dari :

X  100%

∑ Dosen tetap S2

∑ Seluruh dosen tetap

  1. Upaya pengembangan dan peningkatan mutu dosen tetap.

Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut:

Skor Pengembangan  ≥ 3

Keterangan:

Penghitungan skor untuk masing-masing jurusan/program studi adalah sbb:

1         ; Perbedaan antara dosen yang pensiun/keluar dengan dosen baru membuat rata-rata beban kerja dosen semakin jauh dari kisaran ideal.

2        ; Jumlah dosen yang pensiun/berhenti sama dengan dosen baru, namun rata-rata beban kerja dosen di luar kisaran ideal.

3        ; Perbedaan antara dosen yang pensiun/keluar dengan dosen baru membuat ratarata beban kerja dosen semakin dekat dengan kisaran ideal.

4        ; Jumlah dosen yang pensiun/keluar maupun dosen baru membuat rata-rata beban kerja dosen ada dalam kisaran ideal.

  • Beban kerja ideal dosen tetap berkisar antara 11 s.d. 13 sks.
  1. Dosen yang tugas belajar.

Perhitungan skor sebagai berikut:

Apabila dosen tetap yang berpendidikan (terakhir) S2 > 90% maka skor pada butir ini = 4.

Jika tidak, skor butir ini dihitung dengan cara berikut:

N1 = Jumlah dosen tetap yang mengikuti tugas belajar jenjang S1.

N2 = Jumlah dosen tetap yang mengikuti tugas belajar jenjang S2.

SD = 0,75 N1 + 1,25 N2

  • S-1 SD ≥ 4 (SD lebih atau sama dengan 4).
  1. B.       Akademi harus memiliki perencanaan yang lengkap tentang kecukupan kualifikasi dan jabatan akademik dosen.
    1. Kecukupan dan kualifikasi tenaga kependidikan.
  • Cukup dalam jumlah untuk melakukan tugasnya dengan sangat baik/efektif, serta memiliki kualifikasi yang memadai.
  1. Rasio dosen tetap dan mahasiswa.
  • Rasio dosen tetap dan mahasiswa berbanding antara 1 :30.
  1. Dosen tetap berpendidikan minimal magister.
  • Lebih dari 75% dosen tetap telah berpendidikan minimal magister.
  1. Persentase dosen yang memiliki sertifikat dosen (= PDSP).

Penilaian dilakukan dengan penghitungan berikut:

0 : PDSP ≤ 15%

1 : 15% < PDSP ≤ 30%

2 : 30% < PDSP ≤ 45%

3 : 45% < PDSP ≤ 60%

4 : PDSP > 60%

  • Skor akhir > 3 (skor akhir lebih atau sama dengan 3).

 

 

 

  1. C.      Akademi melakukan survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung terhadap sistem pengelolaan sumberdaya manusia untuk memperoleh umpan balik bagi perencanaan yang berkelanjutan.
    1. Pelaksanaan survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung terhadap sistem pengelolaan sumberdaya manusia.
  • Ada bukti tertulis tentang hasil survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran,teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung terhadap system pengelolaan sumberdaya manusia yang: (1) Jelas; (2) Komprehensif; (3) Mudah diakses oleh pemangku kepentingan.
  1. Kepemilikan instrumen survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung terhadap sistem pengelolaan sumberdaya manusia.
  • Ada bukti tentang kepemilikan instrumen untuk mengukur kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung terhadap sistem pengelolaan SDM, yang memiliki: (1) Validitas; (2) Reliabilitas; (3) Mudah digunakan.
  1. Pemanfaatan hasil survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung terhadap sistem pengelolaan sumberdaya manusia.
  • Ada bukti tentang pemanfaatan hasil survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung dalam perbaikan yang berkelanjutan mengenai: (1) Program sistem pengelolaan sumberdaya manusia; (2) Instrumen untuk mengukur kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung; (3) Analisis hasil survei kepuasan mahasiswa.
  1. D.    Akademi memiliki tenaga kependidikan yang bersertifikat kompetensi bagi teknisi, laboran, analis, dan pustakawan.
    1. Kepemilikan sertifikat kompetensi bagi teknisi, laboran, analis, dan pustakawan.
  • Kepemilikan sertifikat kompetensi bagi teknisi, laboran, analis, dan pustakawan.


 

BAB VI

KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK

 

  1. A.      Akademi memiliki kebijakan, peraturan, pedoman atau buku panduan untuk melakukan perencanaan, pengembangan, dan pemutakhiran kurikulum secara berkala dan berkesinambungan.
    1. Peran Akademi dalam penyusunan, implementasi, dan pengembangan kurikulum untuk jurusan/program studi yang dikelola.

Bentuk dukungan Akademi dalam penyusunan, implementasi, dan pengembangan kurikulum antara lain dalam bentuk penyediaan fasilitas, pengorganisasian kegiatan, serta bantuan pendanaan.

  • Akademi sangat berperan dengan memberi fasilitas yang sangat baik, termasuk pendanaan.
  1. Kepemilikan dokumen kebijakan tentang pengembangan kurikulum yang lengkap.
  • Ada bukti berupa dokumen tertulis yang mencakup :(1) Kebijakan;(2) Peraturan,(3) pedoman atau buku panduan yang memfasilitasi jurusan/program studi untuk melakukan perencanaan, pengembangan, dan pemutakhiran kurikulum secara berkala.
  1. B.       Akademi memiliki komitmen untuk mengalokasikan anggaran dan mempersiapkan sumberdaya yang dapat digunakan oleh jurusan/program studi untuk merencanakan melaksanakan, mengembangkan, memutakhirkan kurikulum.
    1. Komitmen pengalokasian dana dan sumberdaya manusia untuk pengembangan kurikulum.
  • Ada alokasi dana dalam anggaran institusi dan sumber daya yang jelas dan memadai, serta realisasi sesuai jadwal untuk semua jurusan/program studi.
  1. C.      Akademi melaksanakan monitoring dan evaluasi pengembangan kurikulum.
    1. Peran Akademi dalam memonitor dan mengevaluasi proses pembelajaran.

Akademi melakukan monitoring dan evaluasi secara bersistem dan hasilnya digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran.

  • Akademi melakukan monitoring dan evaluasi secara bersistem dan terus menerus dan hasilnya digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran.
  • Ada laporan evaluasi yang lengkap.
  1. Monitoring dan evaluasi pengembangan kurikulum jurusan/program studi.
  • Ada bukti tertulis tentang analisis dan evaluasi pemutakhiran kurikulum jurusan/program studi dan melakukan tindaklanjut untuk penjaminan mutu secara berkesinambungan.
  1. D.      Akademi memiliki unit atau lembaga yang mempunyai fungsi mengkaji dan mengembangkan sistem dan mutu pembelajaran.
    1. Kepemilikan unit pengkajian dan pengembangan sistem dan mutu pembelajaran mendorong mahasiswa untuk berfikir kritis, bereksplorasi, berekpresi, bereksperimen dengan memanfaatkan aneka sumber yang hasilnya dimanfaatkan oleh institusi.
  • Akademi memiliki unit atau lembaga yang khusus berfungsi untuk mengkaji dan mengembangkan sistem serta mutu pembelajaran, melaksanakan fungsinya dengan baik serta hasilnya dimanfaatkan oleh institusi.
  1. E.       Kepemilikan pedoman yang dijadikan acuan unit pelaksana dibawahnya dalam merencanakan dan melaksanakan program tridharma Perguruan Tinggi.
    1. Pedoman pelaksanaan tridharma Perguruan Tinggi (PT) yang digunakan sebagai acuan bagi perencanaan dan pelaksanaan program tridharma unit dibawahnya, menjamin keselarasan visi dan misi Akademi dengan program pencapaiannya.
  • Akademi memiliki pedoman yang dijadikan acuan unit pelaksana dalam merencanakan dan melaksanakan seluruh program tridharma Perguruan Tinggi
  1. F.       Akademi memiliki sistem pembelajaran yang efektif dan diperbaiki secara berkelanjutan.
    1. Sistem pembelajaran yang menjamin mutu penyelenggaraan proses pembelajaran yang baik dicerminkan dari adanya evaluasi mahasiswa terhadap proses pembelajaran diberlakukan secara berkala dan hasilnya ditindaklanjuti.
  • Ada bukti bahwa Akademi memiliki sistem yang menjamin terselenggaranya proses pembelajaran yang efektif berpusat kepada mahasiswa dengan memanfaatkan aneka sumber belajar minimal mencakup: (1) Pendekatan sistem pembelajaran dan pengajaran; (2) Perencanaan dan sumber daya pembelajaran; (3) Syarat kelulusan dan dilaksanakan secara konsisten, dimonitor serta dievaluasi secara berkala.
  1. Sistem pengembangan suasana akademik yang kondusif bagi mahasiswa untuk meraih prestasi akademik yang maksimal.
  • Ada bukti Akademi menciptakan, dan memfasilitasi pengembangan suasana akademik dalam bentuk: (1) Adanya kebijakan dan strategi; (2) Program implementasi yang terjadwal; (3) Pengerahan sumber daya; (4) Monitoring dan evaluasi; (5) Tindak lanjut untuk langkah perbaikan secara berkelanjutan.
  1. Peran Akademi dalam penciptaan suasana akademik.

Peran Akademi dalam penciptaan suasana akademik diimplementasikan dalam bentuk :

(1) Kebijakan tentang suasana akademik,

(2) Menyediakan sarana dan prasarana,

(3) Dukungan dana,

(4) Kegiatan akademik yang mendorong interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa untuk pengembangan perilaku kecendekiawanan.

Setiap sub butir dinilai dengan gradasi:

4: sangat baik

3: baik

2: cukup

1: kurang

Skor akhir = Jumlah nilai subbutir dibagi 4.

  • Jika skor akhir > 3,5 (skor akhir lebih dari 3,5).


 

BABVII

PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA,

SERTA SISTEM INFORMASI

 

 

  1. A.      Sumber dana: Sumber dan kecukupan dana, upaya Akademi dalam menyikapi kondisi pendanaan saat ini dan upaya-upaya penanggulangannya jika terdapat kekurangan.
    1. Persentase perolehan dana dari mahasiswa dibandingkan dengan total penerimaan dana (= PDMHS).
  • PDMHS 50% (PDMHS kurang atau sama dengan 30%).
  1. Penggunaan dana untuk Pelaksanaan Kegiatan (pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat).
  • Jumlah dana lebih dari Rp 9 juta per mahasiswa per tahun.
  1. Kecukupan dana yang diperoleh Akademi/Fakultas/ Program.

Jika SDM, sarana dan prasarana sudah sangat baik, dan pembiayaan operasional memadai, maka skor pada butir ini = 4.

  • Jumlah dana mencukupi seluruh keperluan operasional dan pengembangan.
  1. Upaya pengembangan dan penanggulangan kekurangan dana.
  • Upaya dan hasilnya sangat baik.
  1. Akademi memiliki laporan audit keuangan yang memuat keandalan sumber pendanaan dan pemanfaatannya.

Pemilikan laporan audit keuangan yang transparan dan dapat di akses oleh semua pemangku kepentingan.

  • Ada bukti laporan audit keuangan yang dilakukan secara berkala oleh auditor yang kompeten dan hasilnya dipublikasikan dan ditindaklanjuti oleh Akademi.
  1. B.       Akademi memiliki bukti mengenai proporsi dana yang dialokasikan untuk pengembangan program akademik dibandingkan dengan investasi pada aspek fisik, sarana dan prasarana.
    1. Perbandingan alokasi dana pengembangan akademik dibanding dana untuk aspek lain digunakan sebagai patokan untuk efisiensi dan efektivitas pemanfaatan dana institusi.
  • Ada laporan auditor yang kompeten mengenai proporsi dana yang dialokasikan untuk pengembangan akademik >25%.
  1. C.      Akademi mempunyai sistem monitoring dan evaluasi pendanaan secara internal yang akuntabel terhadap semua unit kerja dengan persetujuan dari pimpinan yang berwenang.
    1. Sistem monitoring dan evaluasi pendanaan internal untuk pemanfaatan dana yang lebih efektif, transparan dan memenuhi aturan keuangan yang berlaku.
  • Ada mekanisme monitoring dan evaluasi pendanaan serta kinerja yang akuntabel dengan persetujuan pimpinan yang berwenang, dilakukan secara berkala, hasilnya didokumentasikan dan ditindaklanjuti.
  1. D.      Akademi memiliki mekanisme penetapan biaya pendidikan yang dibebankan kepada mahasiswa serta laporan proses pengambilan keputusan.
    1. Mekanisme penetapan biaya pendidikan mahasiswa dengan mengikut sertakan semua pemangku kepentingan termasuk perwakilan mahasiswa.
  • Ada mekanisme yang terdokumentasi tentang penetapan biaya pendidikan yang dibebankan pada mahasiswa berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang mempertimbangkan kemampuan pemangku kepentingan.
  1. E.       Akademi mampu memperoleh dukungan dana untuk program akademik dari dana masyarakat diluar Sumbangan  PengembanganPendidikan (SPP).
    1. Perolehan dana dari luar institusi merupakan upaya untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
  • >5% dari total dana berasal dari dana masyarakat diluar SPP.
  1. F.       Akademi memiliki sistem pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif dan efisien,menggunakan teknologi informasi yang mencakup sistem inventarisasi, pola pelaporan berkala.
    1. Kepemilikan sistem informasi yang terintegrasi untuk pengelolaan sarana dan prasarana yang transparan, akurat dan cepat.
  • Ada bukti tentang sistem pengelolaan sarana dan prasarana berbasis sisteminformasi yang terintegrasi atau secara manual yang akurat, mencakup :(1) Perencanaan; (2) Pengadaan; (3) Pemeliharaan; (4) Pemutakhiran; (5) Penghapusan; (6) Resource sharing dengan sistem pelaporan berkala dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan.
  1. E.       Akademi memiliki kebijakan, pedoman, panduan, dan peraturan yang jelas tentang keamanan dan keselamatan penggunaan sarana dan prasarana untuk semua unit kerja.
    1. Memiliki kebijakan tentang keamanan dan keselamatan penggunaan sarana dan prasarana.
  • Ada bukti berupa dokumen tertulis mengenai:(1) Kebijakan;(2) Peraturan;(3) Pedoman atau buku panduan yang jelas berkaitan dengan keamanan dan keselamatan penggunaan sarana dan prasarana serta tersosialisasi dengan baik serta dijadikan acuan untuk menyusun pedoman oleh semua unit kerja dibawahnya.
  1. F.       Akademi mempunyai dokumen kepemilikan, hibah, sewa, atau pinjam melalui kesepakatan atau perjanjian sesuai denganketentuan hukum yang berlaku antara Akademi dan pihak terkait.
    1. Pemilikan dokumen yang sah tentang kepemilikan dan penggunaan menggunaan sarana dan prasarana.
  • 80% – 100% sarana dan prasarana dimiliki institusi/negara/ yayasan, yang dibuktikan dengan dokumen yang sah, di mana sisanya dibuktikan dengan dokumen perjanjian sewa/pinjam yang sah.
  1. G.      Akademi menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang terpusat dan dapat diakses serta dimanfaatkan dengan optimal.
    1. Penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran tingkat terpusat untuk mendukung interaksi akademik antara mahasiswa, dosen, pakar, dan nara sumber lainnya dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran.
  • Ada bukti bahwa Akper Pemkab Kotim menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang terpusat, antara lain perpustakaan, ruang multimedia, laboratorium bahasa, pusat komputer, self access learning, dll., dan dapat diakses serta dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen.

 

  1. Investasi untuk pengadaan sarana dalam tiga tahun terakhir dibandingkan dengan kebutuhan saat ini.
  • Sangat memadai, sehingga tidak hanya untuk pengadaan sarana pendukung proses pembelajaran, juga untuk sarana kegiatan ekstra kurikuler.
  1. Kecukupan dan mutu sarana kegiatan tridarma.
  • Sangat memadai untuk kegiatan tridarma dengan mutu yang sangat baik.
  1. Rencana investasi untuk pengadaan sarana dalam lima tahun ke depan.
  • Rencana investasi untuk sarana sangat realistik, didukung dengan kepastian dana yang memadai.
  1. Kecukupan, mutu, dan akses prasarana yang dikelola Akademi/Fakultas/ Program untuk keperluan jurusan/program studi.

Ketersediaan:

1. Prasarana akademik (kegiatan tridarma PT)

2. Prasarana non-akademik (fasilitas pengembangan minat, bakat, dan

kesejahteraan)

  • Prasarana sangat lengkap untuk kegiatan Tridarma PT dibuktikan dengan tersedianya fasilitas kegiatan akademik dan non-akademik yang sangat memadai.
  1. Rencana pengembangan prasarana oleh Akademi.
  • Akademi sangat baik dalam perencanaan pengadaan prasarana, didukung oleh dana yang memadai sehingga memungkinkan memiliki prasarana yang lengkap.
  1. G.      Akademi memiliki blue print yang jelas tentang pengembangan, pengelolaan dan pemanfaatan sistem informasi termasuk sistem yang mengatur aliran data, otorisasi akses data, dan sistem disaster recovery.
    1. Kepemilikan blue print yang jelas tentang pengembangan, pengelolaan dan pemanfaatan sistem infomasi yang lengkap.
  • Ada bukti tentang blue print yang jelas tentang pengembangan, pengelolaan dan pemanfaatan sistem informasi yang mencakup: (1) Sarana prasarana yang mencukupi; (2) Unit pengelola di tingkat institusi; (3) Sistem aliran data dan otoorisasi akses data; (4) Sistem disaster recovery.
  1. H.      Akademi memiliki sistem pendukung pengambilan keputusan (decission support system) membantu pimpinan dalam melakukan perencanaan dan analisis evaluasi diri dengan lebih baik dan pengambilan keputusan yang lebih obyektif.
    1. Kepemilikan sistem pendukung pengambilan keputusan (decission support system) yang lengkap, efektif, dan objektif.
  • Ada bukti tentang keberadaan sistem pendukung pengambilan keputusan yang meliputi: (1) Pangkalan data; (2) Data yang terolah menjadi informasi; (3) Sistem analisis pengambilan keputusan; (4) Proses pengambilan keputusan melalui pengolahan informasi past experiences, mensimulasi, dan mengevaluasi alternatif keputusan yang akan diambil.

 

 

  1. I.         Sistem informasi yang dimiliki berupa basis data dan informasi yang minimal mencakup keuangan Akademi, aset, sarana dan prasarana, administrasi akademik, profil mahasiswa dan lulusan, dosen dan tenaga pendukung.
    1. Sistem informasi yang dimiliki berupa basis data dan informasi yang minimal mencakup keuangan Akademi, aset, sarana dan prasarana, administrasi akademik, profil mahasiswa dan lulusan, dosen dan tenaga pendukung.
  • Adanya basis data dan informasi yang terdapat dalam sistem informasi institusi yang mencakup: (1) administrasi akademik, profil mahasiswa dan lulusan; (2) Sumber daya manusia; (3) Aset, sarana dan prasarana; (4) keuangan Akademi; (5) Sistem pembelajaran.
  1. J.        Akademi memiliki sistem informasi yang dimanfaatkan untuk komunikasi internal dan eksternal kampus serta akses bagi mahasiswa dan dosen terhadap sumber-sumber informasi ilmiah.
    1. Akademi memiliki sistem informasi yang dimanfaatkan untuk komunikasi internal dan eksternal kampus serta akses bagi mahasiswa dan dosen terhadap sumber-sumber informasi ilmiah.
  • Ada bukti bahwa sistem informasi yang dikembangkan telah dimanfaatkan untuk komunikasi internal dan eksternal kampus serta akses bagi mahasiswa dan dosen terhadap sumber-sumber informasi ilmiah yang minimal meliputi: (1) Website institusi; (2) Fasilitas internet; (3) Alamat e-mail dosen dan mahasiswa; (4) Jaringan lokal; (5) Jaringan nirkabel.
  1. Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan Akademi dalam proses pembelajaran (hardware, software, e-learning, perpustakaan, dll.)

 

Penilaian dilakukan terhadap kelayakan aspek berikut:

1. Hardware dan software,

2. Sistem informasi (SIAKAD, SIMKEU, SIMAWA, SIMFA, SIMPEG),

3. Akses perpustakaan termasuk e-library,

4. Kecepatan akses internet.

Setiap aspek dinilai dengan gradasi (expert judgement):

4 = sangat baik; 3 = baik; 2 = cukup; 1 = kurang

Skor akhir = Jumlah nilai keempat aspek dibagi 4.

  • Jika skor akhir > 3,5 (skor akhir lebih dari 3,5)
  1. Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan Akademi dalam administrasi (akademik, keuangan, personil, dll.)
  • Dengan komputer yang terhubung dengan jaringan luas/internet dengan software basis data yang memadai. Akses terhadap data yang relevan sangat cepat.
  1. Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk proses pengambilan keputusan (informasi berupa deskripsi, ringkasan, dan trend berbagai jenis data).
  • Sistem informasi sangat menunjang proses pengambilan keputusan.
  1. Aksesibilitas data dalam sistem informasi.

Nilai butir ini didasarkan pada hasil penilaian 12 jenis data berikut:

1. Mahasiswa

2. Kartu Rencana Studi (KRS)

3. Jadwal mata kuliah

4. Nilai mata kuliah

5. Transkrip akademik

6. Lulusan

7. Dosen

8. Pegawai

9. Keuangan

10. Inventaris

11. Pembayaran SPP

12. Perpustakaan

dengan cara berikut:

Skor akhir = Jumlah keseluruhan skor dari 12 jenis data

12

Sedang Untuk setiap jenis data, penilaian didasarkan atas aturan berikut:

1: Data ditangani secara manual

2: Data ditangani dengan komputer tanpa jaringan

3: Data ditangani dengan komputer, serta dapat diakses melalui jaringan local (Local Area Network, LAN)

4: Data ditangani dengan komputer, serta dapat diakses melalui jaringan luas (Wide Area Network, WAN)

  • Jika skor akhir > 3,5 (skor akhir lebih dari 3,5).
  1. Media/cara penyebaran informasi/kebijakan untuk sivitas akademika Akademi dapat dilakukan melalui jenis media berikut:

1. Rapat/pertemuan

2. Surat

3. Faksimili, telpon, sms

4. e-mail

5. Mailing list

6. Buletin

7. Lainnya

  • Menggunakan semua jenis media informasi sesuai dengan sifat informasinyadan secara efektif.
  1. Rencana strategis pengembangan sistem informasi jangka panjang: mempertimbangkan perkembangan teknologi informasi, dan komitmen Akademi dalam hal pendanaan.
  • Ada rencana pengembangan, sudah memperhitungkan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan akses informasi yang cepat didukung dengan pendanaan yang memadai.
  1. K.      Akademi memiliki kapasitas internet dengan rasio bandwidth per mahasiswa yang memadai.
    1. Akademi memiliki kapasitas internet dengan rasio bandwidth per mahasiswa yang memadai.
  • Kapasitas bandwidth >0,75 Kbps/mhs

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VIII

PENELITIAN, PELAYANAN/

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN KERJASAMA

 

 

  1. A.      Akademi memiliki pedoman penelitian, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat yg berisi ketentuan tentang prosedur standar perencanaan serta implementasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
    1. Memiliki pedoman pengelolaan penelitian yang lengkap, dan dikembangkan serta dipublikasikan oleh institusi.
  • Ada bukti dokumen pedoman pengelolaan penelitian yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh institusi, mencakup aspek-aspek: (1) Kebijakan dasar penelitian yang meliputi antara lain: arah, fokus, jenis dan rekam jejak penelitian unggulan, pola kerjasama dengan pihak luar, pendanaan, system kompetisi; (2) Penanganan plagiasi, paten dan hak atas kekayaan intektual; (3) Rencana dan pelaksanaan penelitian yang mencakup agenda tahunan; (4) Peraturan pengusulan proposal penelitian dan pelaksanaannya yang terdokumentasi baik serta mudah diakses oleh semua pihak.
  1. Memiliki pedoman pengelolaan pengabdian kepada masyarakat yang lengkap, dan dikembangkan serta dipublikasikan oleh institusi.
  • Ada bukti dokumen pedoman pengelolaan pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh institusi, mencakup aspek-aspek: (1) Kebijakan dasar pengabdian kepada masyarakat yang meliputi antara lain: arah dan fokus, jenis dan rekam jejak pengabdian kepada masyarakat unggulan, pola kerjasama dengan pihak luar, pendanaan, sistem kompetisi; (2) Penanganan plagiasi, paten dan hak atas kekayaan intektual; (3) Rencana dan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang mencakup agenda tahunan; (4) Peraturan pengusulan proposal pengabdian kepada masyarakat dan pelaksanaannya yang terdokumentasi dengan baik serta mudah diakses oleh semua pihak.
  1. B.       Akademi  menyelenggarakan penelitian yang bermutu.
    1. Penyelenggaraan penelitian tentang tatapamong, kepemimpinan, kendali mutu dan kepuasan pemangku kepentingan.
  • Ada bukti dokumen rancangan dan hasil penelitian tentang: (1) Tatapamong; (2) Kepemimpinan; (3) Kendali mutu; (4) Kepuasan pemangku kepentingan.
  1. Penyelenggaraan penelitian unggulan oleh Akademi.
  • Ada bukti tentang penyelenggaraan penelitian unggulan ditingkat Akademi dalam aspek-aspek: (1) kebijakan; (2) komitmen pendanaan; (3) penyediaan sarana dan prasarana; (4) monitoring dan evaluasi; (5) hasil penelitian.
  1. Penyelenggaraan penelitian bersama yang melibatkan dosen, mahasiswa serta pihak lain yang relevan.
  • Ada bukti tertulis tentang rancangan dan hasil penelitian bersama antara dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan eksternal yang relevan.
  1. Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh Akademi dalam menjamin mutu penelitian.

Akademi mewajibkan dan mengupayakan semua pemenuhan aspek berikut:

1. Memiliki agenda penelitian.

2. Menggunakan pendekatan dan pemikiran baru.

3. Mempublikasikan hasil penelitian di jurnal ilmiah yang terakreditasi Dikti atau jurnal internasional.

  • Ada upaya dan sangat efektif meningkatkan jumlah penelitian dan dananya.
  • Ada kebijakan dan upaya untuk ketiga aspek.
  1. Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh Akademi dalam menjamin relevansi penelitian program studi.

Akademi mewajibkan dan mengupayakan Pemenuhan aspek berikut:

1. Menunjang kemajuan bidang ilmu terkait.

2. Mempunyai dampak positif bagi kesejahteraan manusia, lingkungan, dan pembangunan nasional.

3. Terkait dengan jejaring penelitian nasional dan atau internasional.

  • Ada kebijakan dan upaya untuk ketiga aspek.
  1. Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh Akademi untuk menjamin produktivitas penelitian program studi. Akademi mewajibkan dan mengupayakan terpenuhnya aspek berikut:
    1. Dosen diwajibkan melakukan penelitian setiap tahun.
    2. Dosen diwajibkan mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi Dikti atau jurnal internasional.
  • Ada kebijakan dan upaya untuk kedua aspek.
  1. Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh Akademi dalam menjamin keberlanjutan penelitian program studi.

Akademi mewajibkan dan mengupayakan Pemenuhan aspek berikut:

  1. Memiliki agenda penelitian jangka panjang.
  2. Tersedianya SDM, prasarana dan sarana yang memungkinkan terlaksananya penelitian secara berkelanjutan.
  3. Mengembangkan dan membina jejaring penelitian.
  4. Mencari berbagai sumber dana penelitian seperti hibah penelitian nasional maupun internasional.
  • Ada kebijakan dan upaya untuk keempat aspek.
  1. C.      Akademi memiliki program yang sistematik untuk pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
    1. Pengabdian kepada masyarakat yang terkait dengan penelitian.
  • Ada bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan selama 5 tahun terakhir >5% per tahun
  1. Akademi memacu dosen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.
  • > 25% dosen terlibat per tahun
  1. Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh Akademi dalam menjamin empat aspek berikut:

1. mutu kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat,

2. relevansi kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat,

3. produktivitas kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat,

4. keberlanjutan kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.

  • Ada upaya dan sangat efektif meningkatkan jumlah kegiatan PkM dan dananya.
  • Ada kebijakan yang sangat jelas dan upaya yang efektif untuk menjamin mutu, relevansi, produktivitas dan keberlanjutan kegiatan PkM.
  1. D.      Akademi memiliki kebijakan yang member penghargaan karya inovatif dosen dan/mahasiswa.
    1. Jumlah dosen yang menulis buku ajar yang diterbitkan selama 5 tahun terakhir.
  • > 20% dosen menulis buku yang diterbitkan.
  1. Akademi memfasilitasi agar karya-karya ilmiah dosen memperoleh paten/hak cipta.
  • > 10 karya dipatenkan/ dimintakan hak cipta dalam 5 tahun terakhir.
  1. E.       Akademi memiliki kerjasama dengan berbagai lembaga berdasarkan prinsip saling menguntungkan.
    1. Kerjasama dengan berbagai lembaga yang efektif. Kerjasama yang saling mengguntungkan dilakukan Akademi
  • Program dengan empat lembaga yang relevan baik nasional maupun internasional.
  1. F.       Akademi melakukan monitoring pelaksanaan dan evaluasi hasil-hasil kerjasama secara periodik.
    1. Kegiatan kerjasama dengan instansi di dalam negeri dalam tiga tahun terakhir.
  • Ada kerjasama dengan institusi di dalam negeri, sangat banyak dalam jumlah (> 10 MoU). Semuanya relevan dengan bidang keahlian PS.
  1. Kebijakan dan upaya Akper Pemkab Kotim dalam kegiatan kerjasama.

Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh Akademi dalam menjamin empat aspek berikut:

1. mutu kegiatan kerjasama,

2. relevansi kegiatan kerjasama,

3. produktivitas kegiatan kerjasama,

4. keberlanjutan kegiatan kerjasama.

  • Ada kebijakan yang sangat jelas dan upaya yang efektif untuk menjamin mutu, relevansi, produktivitas dan keberlanjutan kegiatan kerjasama.
  1. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan hasil kerjasama secara berkala.
  • Ada bukti dokumen mengenai rancangan, proses, dan hasil monitoring dan evaluasi kerjasama secara berkala selama kerjasama berlangsung, yang dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.
  1. Manfaat dan kepuasan mitra kerjasama.
  • Manfaat dan kepuasan hasil kerjasama dirasakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu program, dan pengembangan lembaga, serta keberlanjutan kerjasama pada kedua mitra yang bersangkutan.

 

 

PRASARANA, SARANA dan SISTEM INFORMASI

Sarana dan prasarana yang diperlukan oleh Akper Pemkab Kotim untuk kelancaran proses meliputi:

  1. Gedung dan peralatannya:

1)    Lahan Tanah

2)    Ruangan Kantor Utama

3)    Ruangan Penyimpanan Alat dan Bahan Belajar

4)    Ruangan Laboratorium dan Pengembangan Praktikum

5)    Ruangan Pendukung Sistem Pengolahan dan Penyimpanan Data

6)    Ruangan Pendukung Sistem Penyampaian Informasi dan Komunikasi

7)    Ruangan Kelas

8)    Ruangan demonstrasi praktek dan akses internet Online

9)    Ruangan Penyampaian Informasi dan Komunikasi

10) Peralatan untuk mengembangkan minat, bakat dan potensi mahasiswa.

  1. Ruang Administrasi

Ruang administrasi yaitu ruang yang berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor/administrasi. Ruang administrasi terdiri atas :

1)    Ruang pimpinan

2)    Ruang sekretariat/Pudir

3)    Ruang dosen

4)    Ruang tata usaha

  1. Ruang Penunjang

Ruang penunjang yaitu ruang yang berfungsi untuk menampung kegiatan yang mendukung kegiatan perkuliahan, antara lain :

1)    Ruang ibadah

2)    Ruang rapat

3)    Ruang olahraga

4)    Ruang kantin

5)    Ruang kegiatan mahasiswa

6)    Ruang Serbaguna

7)    Kamar mandi/ WC

8)    Ruang arsip

9)    Instalasi daya dan jasa

10) Wisma

11) Gudang

12) Rumah jabatan

Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan Akper Pemkab Kotim ke depan. Pada saat ini semua sarana dan prasarana yang penggunaannya dikuasai oleh Akper Pemkab Kotim yang berasal dari sumbangan BPOM dan APBD. Jenis dan jumlah sarana dan prasarana yang ada dan dimanfaatkan oleh Akper Pemkab Kotim pada saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Tanah, Gedung dan Bangunan

1)    Luas tanah : 5022 m2

2)    Bangunan, dengan uraian sebagai berikut :

a)    Gedung Laboratorium dan kelas (2 lantai)  :  220 m2

b)    Gedung kantor (2 lantai)                                 :  4200 m2

c)    Asrama                                                               :  150 m2

d)    Gedung kelas                                                   :  72 m2

e)    Gedung kelas                                                   :  162 m2

f)     Gedung kelas                                                   :  162 m2

g)    Rumah dinas                                                    :  126,5 m2

h)   Mushalla                                                            :  100 m2

i)     WC                                                                      :  12 m2

j)      Garasi                                                                 :  24 m2

  1. Kendaraan

Jumlah kendaraan Akper Pemkab Kotim saat ini yang layak dan tidak layak pakai sebagai berikut :

1)    Mobil operasional : 1 unit (dalam keadaan baik)

2)    Motor operasional : 3 unit (dalam keadaan baik)

  1. Peralatan Kantor

Meliputi peralatan utama yang diperlukan oleh pegawai Akper Pemkab Kotim untuk menunjang pelaksanaan kerja sehari-hari yang meliputi meja, kursi, computer, laptop, printer, fotocopy, AC dan peralatan kantor lainnya

Tabel 28

Data Prasarana Lain yang menunjang

No

Jenis Prasarana Penunjang

Jumlah unit

Total luas (m2)

Kepemilikan

Kondisi

Unit Pengelola

Sdr

Sewa

Terawat

Tidak

1

Laboratorium bahasa

1

1.050

ü

   

ü

Koordinator Lab

2

Laboratorium Keperawatan

1

1.050

ü

 

ü

 

Koordinator Lab

3

Perpustakaan Kampus

1

1.050

ü

 

ü

 

Koordinator Perpustakaan

 

  1. 1.    Sarana Pelaksanaan Kegiatan Akademik

Tabel 29

Kepustakaan yang dimiliki

Jenis Pustaka

Jumlah Judul

Jumlah Copy

Buku teks dan handbook

547

1.652

Modul Praktikum/Praktek

2

63

Jurnal yang terakreditasi oleh lembaga resmi (Dikti, LIPI, dll)

 
Jurnal internasional (termasuk e-book)    
Majalah Ilmiah

2

 
Prosiding

1

 

TOTAL

   

Sumber-sumber Pustaka lain yang biasa diakses oleh mahasiswa adalah Perpustakaan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur dan dari jaringan internet sendiri melalui koneksi WiFi.

 

 

Peralatan utama yang digunakan di laboratorium (tempat praktikum, bengkel, studio, ruang simulasi, rumah sakit, puskesmas/balai kesehatan, green house, lahan untuk pertanian, dan sejenisnya) yang dipergunakan dalam proses pembelajaran, terdapat dalam lampiran

  1. 2.    Sistem Informasi

Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan untuk proses pembelajaran Data-data yang berkaitan dengan penyelenggaraan Akper Pemkab Kotim sebagian besar masih dikelola secara manual dan sebagian sudha mulai dikerjakan dengan komputerisasi. Berikut informasi tentang aksesibilitas tiap-tiap jenis data.

Tabel 30

Aksesibilitas tiap-tiap jenis data

No

Jenis Data

Sistem Pengelolaan Data

Secara Manual

Dengan Komputer Tanpa Jaringan

Dengan Komputer Jaringan Lokal (LAN)

Dengan Komputer Jaringan Luas (WAN)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

1

Mahasiswa

ü

2

Kartu Rencana Studi (KRS)

ü

3

Jadwal mata kuliah

ü

4

Nilai mata kuliah

ü

ü

5

Transkrip akademik

ü

ü

6

Lulusan

ü

7

Dosen

ü

8

Pegawai

ü

9

Keuangan

ü

10

Inventaris

ü

11

Perpustakaan

ü

 

KOMPETENSI LULUSAN AKPER PEMKAB KOTIM

  1. Kompetensi Utama Lulusan Akper Pemkab Kotim adalah :

1)    Menerapkan konsep dan prinsip etika keperawatan, komunikasi dalam praktek keperawatan profesional

2)    Menerapkan pendekatan proses keperawatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan dengan berpikir kritis

3)    Mengkonsultasikan penanganan pasien terhadap tim kesehatan lain

4)    Melaksanakan  tindakan pengobatan sebagai hasil kolaborasi

5)    Melaksanakan tindakan diagnostik dan tindakan khusus sebagai hasil kolaborasi

6)    Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigen

7)    Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan cairan, elektrolit dan darah

8)    Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi

9)    Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin dan fecal

10) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman

11) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan mobilisasi dan transportasi

12) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan istirahat dan tidur

13) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien terminal

14) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien menjelang ajal

15) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien pre dan post operasi

16) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien gawat darurat

17) Melaksanakan asuhan keperawatan pada  anak sehat

18) Melaksanakan asuhan keperawatan pada anak sakit

19) Melaksanakan asuhan keperawatan pada bayi resiko tinggi

20) Melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu hamil normal dan komplikasi

21) Melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu intranatal dan  bayi baru lahir

22) Melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu postpartum normal dan komplikasi.

23) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah kesehatan reproduksi.

24) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien masalah psikososial

25) Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien gangguan  kesehatan jiwa

26) Melaksanakan asuhan keperawatan komunitas

27) Melaksanakan asuhan keperawatan pada kelompok khusus (Anak sekolah, pekerja, lansia)

28) Melaksanakan asuhan keperawatan pada keluarga

29) Berperan serta dalam penelitian dan pengembangan keperawatan

  1. Kompetensi tambahan lulusan Akper Pemkab Kotim adalah :

1)    Melakukan terapi mandiri menggunakan herbal

2)    Mengoperasikan komputer serta membuat dokumentasi menggunakan komputer

3)    Melakukan kegiatan kewirausahaan yang memiliki nilai ekonomis

4)    Memiliki kepribadian yang luwes dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi kerja

KURIKULUM, PEMBELAJARAN dan SUASANA AKADEMIK

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan mengajar. Program pendidikan mengacu kepada kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang diterbitkan dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 861/Menkes/SK/X/2006 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Keperawatan sebagai kurikulum inti dan ditambahkan dengan beberapa pengembangan kurikulum sebagai Muatan Lokal. Jumlah SKS kurikulum inti adalah 96 SKS dan muatan lokal 17 SKS sehingga jumlah keseluruhan adalah 113 SKS.

Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah kurikulum yang dikembangkan berdasarkan pada kemampuan atau tindakan cerdas penuh tanggung jawab dari profesi tertentu dalam melaksanakan tugasnya di tempat kerja (Standar Kompetensi). Empat Pilar (The Four Pillars of UNESCO) yang mendasari Kepmendiknas no 232/U/2000 adalah seseorang yang kompeten harus dapat memenuhi persyaratan :

  1. Landasan kemampuan pengembangan kepribadian,
  2. Kemampuan penguasaan ilmu dan keterampilan (know how and know who), dan  kemampuan berkarya (know to do)
  3. Kemampuan mensikapi dan berperilaku dalam berkarya sehingga dapat mandiri, menilai dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab (to be).
  4. Dapat hidup bermasyarakat dengan bekerjasama, saling menghormati dan menghargai nilai-nilai pluralisme, dan kedamaian (to live together)

 

Jenis Mata Kuliah dikelompokkan sesuai dengan SK Mendiknas nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar mahasiswa, yaitu :

  1. Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yang merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  2. Kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu.
  3. Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar-dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
  4. Kelompok Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian yang bertujuan untuk membuat sikap dan perilaku yang diperuntukkan seseorang untuk berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar-dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
  5. Kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang dibutuhkan untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dan berkarya.

 

Adapun profil Mata Kuliah yang diberlakukan di Akper Pemkab Kotim adalah sebagai berikut :

Tabel 17

Profil mata kuliah yang dilaksanakan di Akper Pemkab Kotim

per Desember 2012 (113 SKS)

Smt

Kode MK

Nama MK

Bobot SKS untuk

Status

Bobot

Tugas

K

P

Inti

Mulok

I

WAT.1.01 Agama

1

1

ü

WAT.1.02 Kewarganegaraan

2

ü

WAT.1.03 Bahasa Indonesia

1

1

ü

WAT.2.04 Anatomi Fisiologi

1

1

ü

WAT.2.05 Fisika dan Biologi

1

1

ü

WAT.2.06 Psikologi

1

1

ü

WAT.2.07 Ilmu Gizi

2

ü

WAT.4.01 Konsep Dasar Keperawatan

1

1

ü

WAT.4.02 Kebutuhan Dasar Manusia I

2

2

ü

LOK 1 Bahasa Inggris Muatan Lokal

2

ü

LOK 7 Computerisasi Keperawatan

1

1

ü

II

WAT.4.06 Komunikasi dalam Keperawatan

1

1

ü

WAT.2.05 Mikrobiologi dan Parasitologi

1

1

ü

WAT.4.04 Etika Keperawatan

1

1

ü

ü

WAT.2.06 Farmakologi

1

1

ü

WAT.2.07 Biokimia

1

1

ü

WAT.5.02 Sosiologi

2

ü

ü

WAT.2.08 Patologi

1

1

ü

WAT.4.03 Kebutuhan Dasar Manusia II

2

2+1

ü

ü

LOK 2 Complementery Nursing

2

ü

LOK 3 Pengembangan Kepribadian

2

ü

III

WAT.3.01 Keperawatan Medikal Bedah I

2

2

ü

WAT.3.05 Keperawatan Medikal Bedah II

3

ü

WAT.4.05 Keperawatan Profesional

1

1

ü

WAT.4.08 Promosi Kesehatan

1

1

ü

WAT.4.09 Dokumentasi Keperawatan

 

1

1

ü

WAT.5.01 Manajemen dan Kepemimpinan Dalam Keperawatan

1

1

ü

WAT.5.03 Bahasa Inggris I

1

1

ü

LOK 4 Kewirausahaan

2

ü

IV

WAT.5.04 Bahasa Inggris II

2

ü

WAT.3.03 Keperawatan Anak I

2

2

ü

WAT.3.04 Keperawatan Maternitas I

2

2

ü

WAT.3.09 Keperawatan Medikal Bedah III

2

2

ü

WAT.3.02 Keperawatan Jiwa I

2

2

ü

ü

LOK 6 Satgana

2

ü

V

WAT.3.05 Keperawatan Medikal Bedah IV

3

ü

WAT.3.06 Keperawatan Jiwa II

2

ü

WAT.3.07 Keperawatan Anak II

2

ü

WAT.3.08 Keperawatan Maternitas II

2

ü

WAT.3.10 Keperawatan Komunitas I

2

1

ü

WAT.4.07 Riset Keperawatan

1

1

ü

VI

WAT.3.11 Keperawatan Keluarga

1

1

ü

WAT.3.12 Keperawatan Gerontik

1

1

ü

WAT.3.14 Keperawatan Komunitas II

3

ü

WAT.3.15 Keperawatan Kegawatdaruratan

1

1+1

ü

ü

ü

LOK 5 Penulisan Ilmiah

2

ü

TOTAL

56

56

 

  1. 1.    Pembelajaran

Semester merupakan satuan waktu terkecil yang digunakan untuk menyatakan lamanya masa studi dalam suatu jenjang pendidikan. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang akan dicapai dalam semester tersebut. Penyelenggaraan program pendidikan dari awal sampai akhir dibagi dalam kegiatan semesteran.

Satu semester setara dengan kegiatan pembelajaran 16 – 18 minggu efektif, dengan diikuti evaluasi pada akhir semester. Satu tahun akademik terdiri dari 2 (dua) semester reguler, yaitu semester ganjil dan semester genap. Sesudah selesai kegiatan semester genap, pada bulan Juli dan Agustus dapat diselenggarakan kegiatan semester non reguler (semester pendek).

Semester pendek dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaiki nilai melalui program pengayaan (remedial). Semester pendek tidak diperkenankan untuk mengambil kredit mata kuliah baru. Pelaksanaan semester pendek diatur oleh Direktur Akper Pemkab Kotim sesuai dengan kondisi yang terjadi. Satuan Kredit Semester (SKS) adalah satuan yang digunakan Akper Pemkab Kotim untuk menyatakan :

  1. Besarnya beban studi mahasiswa
  2. Besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa
  3. Besarnya usaha yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, baik program semesteran maupun program lengkap.
  4. Besarnya usaha penyelenggaraan program pendidikan tenaga pengajar.

 

Harga satu SKS ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu selama satu semester, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1 jam kegiatan perkuliahan, 2 jam kegiatan praktikum, 4 jam kerja lapangan. Pengertian 1 jam adalah pelaksanaan pembelajaran selama 60 menit.

Pengertian 1 SKS masing-masing metode pembelajaran adalah :

  1. Teori (T)                 :    1 SKS = 1 jam pertemuan / minggu

Teori adalah kegiatan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, seminar dan penugasan.

  1. Praktikum (P)       :    1 SKS = 2 jam pertemuan / minggu

Praktikum adalah kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas, laboratorium, baik di kampus maupun di lahan praktik untuk melatih kemampuan dan keterampilan yang berfokus pada integritas ilmu dan teknologi.

  1. Klinik (K)/PKL      :    1 SKS = 4 jam pertemuan / minggu

Klinik/PKL adalah kegiatan proses pembelajaran di lahan praktik baik di pelayanan institusi maupun di masyarakat.

 

Adapun beban studi pendidikan Diploma III Keperawatan Program Reguler sebanyak 96 SKS kurikulum inti dan 16 SKS kurikulum pengembangan. Total seluruhnya adalah 112 SKS. Batas masa program pendidikan di institusi diperhitungkan sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa semester I, dengan masa terpanjang 10 (sepuluh) semester. Apabila mahasiswa telah sampai pada batas masa studi yang diperkenankan, namun belum dapat menyelesaikan program studinya, maka ia dinyatakan putus studi (Dropped Out/DO). Kalender akademik yang berjalan saat ini di Akper Pemkab Kotim yaitu tahun ajaran 2012/2013 dan jadwal perkuliahan terlampir.

Adapun kegiatan Praktik Klinik yang merupakan bagian dari Mata Kuliah, tergambar dalam tabel 18 berikut ini

Tabel 18

Kegiatan Praktik Klinik sebagai bagian dari Mata Kuliah

di Akper Pemkab Kotim

No

Nama Praktikum/Praktek

Isi praktikum/Praktek

Tempat/Lokasi Praktikum/Praktek

Judul/Modul

Jam Pelajaran

1

PKL RS Jiwa (MK Kep. Jiwa II) Praktek Keperawatan Jiwa II 14 hari kalender RSJ Menur Surabaya

2

PKL RS Type A (MK. Kep. Anak II, Maternitas II, KMB IV) PKL RS Pendidikan 14 hari kalender RSUD dr. Sutomo Surabaya

3

PKL Desa (MK Komunitas II, Kep. Keluarga, Kep. Gerontik) PKL Desa Binaan 30 hari kalender Desa dalam wilayah Kab. Kotim

4

Praktek klinik KGD Modul Praktek Keperawatan Gawat Darurat 16 hari kalender UGD, ICU, Kamar Operasi, Rg. Perawatan I, Puskesmas Rawat Inap Kota Besi, Puskesmas Rawat Inap Bagendang, Puskesmas Pasir Putih, Puskesmas Seranau, UPF KIA Puskesmas Ketapang I

5

Praktek KDM II Praktek Klinik Keperawatan KDM II 40 hari kalender RSUD dr. Murjani

6

Praktek KMB IV, Anak II dan Maternitas II Praktek Klinik Keperawatan 16 hari kalender RSUD dr. Murjani dan UPF KIA Puskesmas Ketapang I

 

Monitoring terhadap perkuliahan melalui jurnal perkuliahan yang dibuat oleh Pengurus Kelas kemudian diserahkan kepada Bagian Evaluasi. Penilaian meliputi jumlah pertemuan, jam mengajar dosen, dan kehadiran mahasiswa. Kehadiran dosen digunakan untuk mengevaluasi ketercapaian pembelajaran, jam mengajar dosen digunakan untuk memberikan reward honorarium dosen dan kehadiran mahasiswa digunakan untuk mengetahui yang tidak boleh mengikuti ujian. Alokasi waktu real pembelajaran yang diselenggarakan, yaitu :

  1. Teori : 54 jam per paket program
  2. Praktek : 39 jam per paket program
  3. Praktikum : 14 jam per paket program
  4. Praktek Kerja Lapangan : 5 jam per paket program

 

Peninjauan kurikulum dilakukan di masing-masing MK lalu dibahas dalam rapat dosen. Jika dianggap perlu perbaikan maka koordinator akan melakukan revisi sesuai dengan kebutuhan. Hasil peninjauan kurikulum sampai dengan Desember 2012 adalah sebagai berikut :

Tabel 19

Hasil Peninjauan Kurikulum dalam 2 tahun terakhir

No

No. MK

Nama MK

MK Baru / Lama / Hapus

Perubahan pada

Alasan Peninjauan

Atas usulan / masukan dari

Berlaku mulai semester /Tahun

Silabus / SAP

Buku Ajar

1

WAT.3.02 Keperawatan Jiwa I Lama

ü

  Menyesuaikan  Hasil Konas Jiwa as-kep dengan pendekatan Diagnosa Tunggal RSJ Menur Surabaya Semester IV tahun 2010

2

WAT.3.15 Keperawatan Kegawatdaruratan Lama

ü

  Mensinergikan pendekatan kegawatdaruratan di klinik dengan mahasiswa sesuai dengan trend penatalaksanaan kegawatdaruratan di klinik Kepala UGD RSUD dr. Murjani Sampit Semester VI tahun 2010

3

LOK 6 Satgana Baru  

Menyesuaikan dengan kebutuhan PMI Kotim dan Badan SAR Daerah demi mendukung kebijakan Bupati Kotim untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana Kepala Markas PMI Kab. Kotim Semester IV tahun 2011

4

LOK 7 Computerisasi Keperawatan Baru     Tuntutan kebutuhan dari klinik Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit HRD dari PT. Wilmar Group Semester I tahun 2012

5

Lok 1 Bahasa Inggris Muatan Lokal Baru     Peningkatan kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Inggris Internal 2011

6

WAT.5.02 Sosiologi Lama

ü

  Perlu penambahan 1 SKS untuk mempelajari tentang antropologi masyarakat Dayak Dinas Sosial 2011

7

WAT.4.03 KDM II Lama

ü

  Perlu penambahan 1 SKS Praktek untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa melakukan tindakan keperawatan Internal 2011

 

  1. 2.    Upaya Perbaikan pembelajaran

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka dilakukan upaya-upaya perbaikan. Evaluasi dilakukan dan dicarikan solusi. Bentuk upaya perbaikan yang dilakukan dapat dilihat dalam tabel 20 berikut ini

Tabel 20

Perbaikan Pembelajaran yang Dilakukan

Butir

Upaya Perbaikan

Tindakan

Hasil

Materi -          Menambah jumlah varians buku-buku perpustakaan

-          Meningkatkan akses internet bagi dosen dan mahasiswa

-          Kepuasan terhadap akses internet meningkat

 

 

 

Metode pembelajaran -          Penggunaan metode kursus dan pelatihan bagi MK tertentu : Keperawatan Gawat Darurat dan metode bermain peran bagi MK Keperawatan Jiwa -          Kepuasan CI KGD dan CI RSJ meningkat

-          Perspektif mahasiswa dalam menangani kasus KGD dan Jiwa berubah lebih baik

-          Mahasiswa lebih percaya diri

Penggunaan Teknologi Pembelajaran -          Perbaikan LCD Projector

-          Penggunaan media film pendidikan dan video pembelajaran

-          Suasana kuliah lebih menyenangkan

-          Visualisasi konsep menjadi lebih konkrit

Cara-cara Evaluasi -          Uji OSCE Skill sebelum praktik klinik di RS -          Mahasiswa lebih siap dan percaya diri saat praktik

  1. 3.    Sistem Pembimbingan Akademik

Pembimbingan Akademik dikenal dengan sebutan Dosen PA atau Dosen Wali. Dosen PA ini ditetapkan dengan SK Direktur dan di perbaharui setiap awal tahun ajaran. adapun distribusi mahasiswa per masing-masing dosen wali dijelaskan dalam tabel 21 berikut ini

Tabel 21

Nama Dosen Pembimbing Akademik dan jumlah mahasiswa bimbingan

di Akper Pemkab Kotim tahun ajaran 2011/2012

No

Nama Dosen Pembimbing Akademik/Wali

Jumlah Mahasiswa Bimbingan

Rata-rata banyaknya

pertemuan/mahasiswa/semester

1

Agus Mulyadi, M.Kep., Sp. Kom.

34 orang

4

2

Nande, SST., MSM.

33 orang

4

3

Zainul Hakim, S.Kep.

33 orang

4

4

Faruk, S.Kep., Ns.

25 orang

4

5

Ns, Kusnadi Jaya, S.Kep.

31 orang

4

6

Yuyun Christyanni, S.Kep., Ns.

26 orang

4

7

Nurul Hikmah, S.Kep., Ns.

26 orang

4

8

Ary Astuti, S.Kep., Ners.

27 orang

4

9

Ns, Erni Zuraida, S.Kep.

30 orang

4

10

Langkap, SST., M.Kes.

33 orang

4

Tabel 22

Proses Pembimbingan

No

Hal

Penjelasan

1 Tujuan Pembimbingan -          Penjelasan struktur dan deskripsi umum tiap-tiap mata kuliah pada semester yang akan berjalan

-          Brainstorming untuk mereduksi masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa dalam pembelajaran

-          Evaluasi pencapaian semester sebelumnya

2 Pelaksanaan Pembimbingan Dimulai saat kontrak program, selanjutnya situasional sesuai dengan kebutuhan dan diakhiri saat penyerahan KHS (dalam satu siklus semester)
3 Masalah yang dibicarakan dalam pembimbingan -          Tuntutan kompetensi dari mata kuliah yang akan diambil

-          Critical point dari masing-masing MK

-          Kecemasan, amarah dan rasa frustasi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan dan mengajarkan mahasiswa trik/kiat-kiat penyelesaian masalah

-          Membangun motivasi mahasiswa untuk senantiasa semangat dan merenungi kembali goal yang hendak dicapai

-          Masalah-masalah keluarga mahasiswa yang mengganggu pembelajaran/perkuliahan

4 Kesulitan dalam pembimbingan dan upaya untuk mengatasinya Kendala :

-          Tidak ada ruangan khusus diskusi yang memberikan privasi bagi mahasiswa saat bimbingan berlangsung

-          Jika masa pengisian KRS berlangsung biasanya sekelompok mahasiswa mendatangi dosen wali di meja masing-masing secara bersamaan sehingga suasana ruang dosen jadi sangat ramai

Solusi :

-          Beberapa dosen menggunakan Ruangan TU, Kelas yang kosong dan lobby untuk bimbingan

-          Mahasiswa dihimbau untuk tidak datang secara bersamaan

5 Manfaat yang diperoleh mahasiswa dari pembimbingan -          Gambaran tentang sesi perkuliahan di semester yang akan datang

-          Terbangunnya motivasi belajar

-          Belajar pemecahan masalah secara konstruktif

-          Kepuasan

 

  1. 4.    Karya / Tugas Akhir (tahun 2012)

Ujian akhir bagi mahasiswa dikenal dengan sebutan Ujian Akhir Program (UAP). UAP dibagi dalam 3 tahap. Pada periode UAP tahap I mahasiswa melaksanakan praktek klinik di rumah sakit dan mengelola 1 kasus binaan (melakukan asuhan keperawatan terhadap 1 orang pasien). Penguji berjumlah 3 orang, dimana 2 orang dari Akper Pemkab Kotim dan 1 orang dari penguji klinik. Fokus penilaian terhadap penampilan klinik, pengambilan keputusan klinik, proses keperawatan dan skill mahasiswa melakukan tindakan keperawatan. Setelah dinyatakan lulus mahasiswa memasuki UAP tahap II yaitu penulisan studi kasus.

Pada tahap ini mahasiswa dibimbing oleh 2 orang dosen untuk membuat tulisan ilmiah tentang kasus kelolaannya pada UAP tahap I. Lama waktu pembimbingan adalah 14 hari. Bimbingan dilakukan oleh 2 orang dosen yang berperan sebagai Pembimbing 1 dan Pembimbing 2. Peran Pembimbing 1 memberikan arahan dan petunjuk tentang struktur dan konstruksi isi dari KTI yang dibuat sedangkan peranan Pembimbing 2 adalah memonitor terpenuhinya struktur dan konstruksi yang ditetapkan tadi sekaligus menelaah tata tulis dan tata bahasa KTI. Syarat minimal konsultasi mahasiswa terhadap masing-masing pembimbing dalam UAP tahun 2012 adalah minimal 3 kali. Berdasarkan rekapitulasi Panitia UAP tahun 2012, rata-rata konsultasi mahasiswa per dosen adalah antara 6-7 kali pertemuan konsultasi

Setelah dinyatakan selesai bimbingan maka mahasiswa memasuki UAP tahap III yaitu Uji Sidang Komprehensif. Mahasiswa menyampaikan paparan tentang kasus kelolaan dan pembahasannya. Penguji dalam UAP tahap III sama dengan Penguji UAP tahap I. Panitia UAP, Penguji UAP, dan Peserta UAP ditetapkan dengan SK Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Pelaksanaan Ujian Akhir Program (UAP) tahun 2012, mahasiswa dibagi dalam 5 tim dimana masing-masing tim membimbing 16 mahasiswa. Jumlah dosen pembimbing dalam UAP tahun 2012 adalah 10 orang dan jumlah mahasiswa peserta UAP adalah 80 orang. Dengan demikian rasio antara pembimbing dan mahasiswa adalah 1 : 8. Daftar nama-nama pembimbing dan jumlah mahasiswa bimbingan dapat dilihat pada tabel 23.

Tabel 23

Nama-nama dosen pembimbing dan jumlah mahasiswa

yang dibimbing pada periode Ujian Akhir program tahun 2012

No

Tim Dosen

Jumlah Mahasiswa

1

  1. Agus Mulyadi
  2. Nande
16 mahasiswa

2

  1. Kusnadi Jaya
  2. Zainul Hakim
16 mahasiswa

3

  1. Erni Zuraida
  2. Ary Astuty
16 mahasiswa

4

  1. Langkap
  2. Faruk
16 mahasiswa

5

  1. Nurul Hikmah
  2. Yuyun Christyanni
16 mahasiswa

 

 

  1. 5.    Peningkatan Suasana Akademik

Suasana akademik dijaga dengan interaksi yang bermakna antara seluruh unsur civitas akademika. Sesama dosen saling bertegur sapa dengan hangat, begitu juga dengan mahasiswa. Jalinan komunikasi ini juga diakomodir di jejaring sosial (facebook). Setiap permasalahan yang muncul dalam interaksi mahasiswa dan mahasiswa dikonsultasikan kepada dosen wali atau melalui Pembantu Direktur III bidang Kemahasiswaan. Masalah yang berkaitan dengan interaksi dosen dan mahasiswa dikonsultasikan dengan Pembantu Direktur I bidang Akademik. Adapun masalah-masalah yang berkaitan dengan interaksi antara sesama dosen dan/atau staf maka langsung dikonsultasikan kepada Direktur.

Untuk membangun jiwa kebangsaan maka mahasiswa diikutkan berpartisipasi dalam kegiatan seperti Pawai Pembangunan, Upacara Peringatan Hari Besar Nasional, dan untuk memupuk aspek spiritualitas mahasiswa diikutkan dengan kegiatan keagamaan. Sejak tahun 2012 pembinaan mental spiritual menganut sistem liqo, yaitu kelompok belajar dibawah pengawasan 1 orang tutor. Liqo-liqo ini terpisah antara mahasiswa laki-laki dna perempuan. Hal ini diharapkan akan menunjang kehidupan akademik yang berwawasan luas, serta tidak mudah terombang-ambing.

Upaya mereduksi stress dan ketegangan selama perkuliahan dilakukan melalui rekreasi kelas bersama wali kelas, kegiatan olah-raga pada sore hari, nonton bareng dan rekreasi ke Bali bersama dosen dan mahasiswa tingkat III. Momentum yang biasanya digunakan untuk mengumpulkan seluruh unsur civitas akademik dalam satu kesempatan adalah saat perayaan Dies Natalis Akper Pemkab Kotim. Kegiatan yang diselenggarakan antara lain :

  1. Donor darah bekerjasama dengan PMI Kotim
  2. Pelatihan (tahun 2011 pernah diselenggarakan Pelatihan Hypnoterapi) dengan dana yang bersumber dari peserta
  3. Perlombaan olah raga (Tenis Meja, Catur, Futsal, Bola Volly, Tarik Tambang). Diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan dalam wilayah Kotim, SMA/SMK di dalam kota Sampit dan Universitas lain yang ada di Sampit. Dana kegiatan bersumber dari iuran IKM, subsidi dari APBD/BPOM/BLUD, dan dana kontribusi peserta.
  4. Temu kangen antara alumni dan seluruh civitas akademika. Dana bersumber dari dana BPOM/BLUD serta kontribusi alumni secara sukarela.
  5. Lomba Pidato, Cerdas Cermat dan menulis naskah essay tentang kesehatan.

Kegiatan dikelola oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) dengan supervisor Pudir III Bidang Kemahasiswaan.

Program dan Kegiatan di dalam dan diluar proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif terus ditingkatkan. Kegiatan di dalam proses pembelajaran meliputi : Diskusi kelompok dan penyajian/seminar kasus, bermain peran skill komunikasi, penugasan terstruktur : pembuatan makalah, kliping, dll. Kegiatan di luar proses pembelajaran, antara lain : Penerbitan buletin majalah dinding, Pengajian Senin Sore, Olah raga, Band.

Interaksi dosen – mahasiswa, secara formal dilaksanakan terkait kegiatan perkuliahan seperti : mengajar, bimbingan praktik klinik, bimbingan tugas akhir. Interaksi tidak langsung terjadi di media jejaring sosial Facebook. Interaksi sehari-hari adalah saat bertemu di kantin sekolah atau di lobby Ruang Kantor. Topik yang dibahas antara lain mengenai pengalaman praktik klinik, pengalaman rekreasi, pembelajaran, issu dan trend perkembangan keperawatan terkini serta harapan-harapan mahasiswa tentang pembelajaran.

Interaksi antar mahasiwa sehari-hari berlangsung saat diskusi, penugasan terstruktur. Interaksi sosial berlangsung saat istirahat/tidak ada perkuliahan, dimana mereka berdiskusi dan bercakap-cakap di kelas, teras, kantin dan lobby Ruang Kantor. Interaksi ini juga berlanjut di luar jam sekolah sebab rata-rata mahasiswa tinggal di Kos dan dalam 1 rumah kos terdapat beberapa orang mahasiswa yang berbeda angkatan. Topik yang dibahas dalam interaksi sesama mahasiswa antara lain : masalah pacar, perkuliahan, tugas, dan konsultasi laporan kasus.

Interaksi antar sesama dosen biasanya berlangsung setiap hari sebab berada dalam 1 ruangan yang sama. Topik yang dibahas biasanya tentang penilaian/evaluasi pembelajaran, perilaku mahasiswa selama mengajar, serta materi-materi perkuliahan yang sulit/terbaru. Interaksi formal berlangsung dalam kegiatan rapat bulanan dan rapat kepanitiaan. Adapun pembekalan tentang etika profesi terhadap mahasiswa include dalam Mata Kuliah Etika Keperawatan.

SUMBER DAYA MANUSIA

Input dan rekrutmen dosen tetap PNS pada prinsipnya dilakukan oleh Badan Kepegawaian, Pendidilkan dan Pelatihan (BKPP) Kotim berdasarkan usulan formasi dari Akper Pemkab Kotim melalui Dinas Kesehatan Kotim dan telaahan penempatan staff dosen di Akper Pemkab Kotim. Untuk dosen honorer rekrutmen dilakukan secara internal. Rekrutmen dosen tidak tetap biasanya dilakukan oleh masing-masing Koordinator Mata Kuliah berdasarkan bidang keahlian yang bersangkutan. Kemudian Direktur menyampaikan surat permohonan menjadi dosen tidak tetap. Jika yang bersangkutan bersedia maka dikeluarkan SK Direktur tentang Dosen Tetap dan Dosen Tidak Tetap tahun akademik berjalan. SK dosen tetap dan tidak tetap tahun akademik 2012/2013 terlampir di

Monitoring dan evaluasi kinerja dosen dilakukan melalui beberapa cara yaitu : 1) Evaluasi mahasiswa terhadap kinerja dosen dengan angket, 2) Evaluasi ketercapaian jumlah pertemuan sesuai SKS pada masing-masing MK oleh bagian evaluasi. Dosen dengan kinerja yang baik akan dipertahankan pada tahun ajaran selanjutnya sedangkan dosen yang dinilai kurang optimal maka akan dipertimbangkan untuk diganti pada tahun ajaran berikutnya.

Tabel 1

Daftar Dosen Tetap yang bekerja di Akper Pemkab Kotim

per Desember 2012

No

Nama Dosen Tetap

NIDN

Tanggal Lahir

Jabatan Akademik

Ser- Dos

Pendidikan

1

Agus Mulyadi 0323089.06 23 Agustus 1968 Direktur

-

S1 Keperawatan + S2 Spesialis Komunitas dari Universitas Indonesia Jakarta

2

Nande   8 Mei 1961 Pudir I

-

D-IV Keperawatan Anak dari Universitas Diponegoro Semarang

S2 Manajemen dari Universitas Darwan Ali Sampit

3

Zainul Hakim   18 Juli 1974 Pudir III

-

S1 Keperawatan dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta

4

Erni Zuraida   13 Desember 1970 BAAK

S1 Keperawatan + Ners dari Universitas Indonesia Jakarta

5

Kusnadi Jaya   12 Nopember 1979 Ur. Litbang

-

S1 Keperawatan + Ners dari Universitas Diponegoro Semarang

6

Ary Astuti   2 Februari 1983 Ur. Evaluasi

-

S1 Keperawatan + Ners dari STIKES Surya Mitra Husada Kediri

7

Nurul Hikmah   1 April 1985 Ur. Praktek Klinik

-

S1 Keperawatan + Ners dari Stikes Muhammadiyah Banjarmasin

8

Yuyun Christyanni   2 Januari 1984 Staf Dosen

-

S1 Keperawatan + Ners dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta

9

Faruk   1 Januari 1981 Staf Dosen

-

S1 Keperawatan + Ners dari STIKES Wira Husada Jogjakarta

10

Zikrillah   6 Juli 1974 Tugas Belajar

-

S1 Keperawatan + Ners dari Universitas Pajajaran Bandung

S2 Keperawatan Komunitasi Universitas Pajajaran Bandung

11

Rodianson Tuah   30 Juli 1974 Tugas Belajar

-

S1 Keperawatan + Ners dari Universitas Gajah Mada Jogjakarta

Tugas belajar S2 di Universitas Gajah Mada Jogjakarta

12

Masniah   27 Mei 1971 Staff Dosen

-

D-IV Kebidanan dari Universitas pajajaran Bandung

Akta IV dari Universitas Pajajaran Bandung

S2 Kebidanan dari Universitas Pajajaran Bandung

13

Nurul Fatimah Apriliani 11130481.01 13 April 1981 Staf Dosen

-

D-IV Bidan Pendidik dari Poltekkes Bandung

Sertifikasi PEKERTI dari Universitas Palangka Raya

14

Norhalida   29 Juli 1980 Staf Dosen

-

D-IV Bidan Pendidik di STIKES SARI MULYA Banjarmasin

15

Herlinawati   18 Januari 1964 Staf Dosen

-

Sarjana Pendidikan dari STKIP Muhammadiyah Sampit

Tabel  2

Tenaga Penunjang Kependidikan

Akper Pemkab Kotim per Desember 2012

No

Jenis Tenaga Kependidikan

Jumlah Tenaga dengan Pendidikan terakhir

Unit Kerja

Ket

D-III

D-II

D-I

SMA / SMK

1 Pustakawan

1

      Perpustakaan Saat ini dikelola oleh tenaga D-III Keperawatan yang dipekerjakan di Perpustakaan
2 Laboran/Teknisi

1

      Laboratorium Keperawatan Saat ini dikelola oleh tenaga D-III Keperawatan yang dipekerjakan di Laboratorium
3 Tenaga Administrasi

2

6

Tata Usaha 1 orang Perawat D-III sedang tugas belajar ke jenjang S1 Keperawatan untuk dijadikan dosen tetap.
4 Tenaga Kebersihan

2

Tata Usaha  
5 Satpam      

1

Tata Usaha  

TOTAL

4

9

Saat ini Akper Pemkab Kotim masih belum memiliki tenaga khusus kepustakaan dan laboran. Untuk mengatasinya maka staff yang memiliki pendidikan D-III Keperawatan didayagunakan untuk menjadi pengelola Perpustakaan dan Laboratorium Keperawatan. 1 orang staff D-III keperawatan lainnya sedang Tugas Belajar S1 Keperawatan dan 1 orang staff D-III Akuntansi saat ini ditugaskan sebagai Bendahara BLUD Akper Pemkab Kotim sekaligus Pembantu Bendahara APBD Dinas Kesehatan di Akper Pemkab Kotim. Adapun 6 orang tenaga administrasi lainnya adalah tenaga pindahan dari Dinas Kesehatan Kotim. 2 orang tenaga kebersihan Akper Pemkab Kotim bukan hanya bertugas untuk urusan kebersihan tetapi mencakup juga urusan kerumahtanggan secara umum, misalnya : perbaikan alat/barang yang rusak, pembelian barang ATK habis pakai, dll. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan adalah pengiriman studi observasi ke beberapa kampus di luar daerah untuk meningkatkan skill dan pemahaman tentang ketatausahaan dan administrasi.

 

 

ASPEK KEMAHASISWAAN dan LULUSAN

Sistem Penerimaan Calon Mahasiswa Baru dilakukan secara terintegrasi bersama Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) tingkat Provinsi di bawah Bidang SDMK Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Penetapan lulusan dilakukan oleh Panitia Tingkat Provinsi dan diketahui oleh Bupati Kotawaringin Timur sebagai pemangku kepentingan.

Dalam rekrutmen mahasiswa baru, Akper Pemkab Kotim memberikan quota 20 % untuk seleksi regional. Seleksi regional ini memberikan kesempatan bagi putra daerah di beberapa kecamatan yang tertinggal, minim tenaga kesehatan atau kecamatan yang baru terbentuk/berkembang sehingga peluang untuk lulus seleksi menjadi lebih besar sebab mereka berkompetisi dengan sesama calon peserta didik dari wilayah yang sama. Dengan kebijakan ini diharapkan setelah lulus mereka dapat kembali ke daerahnya dan membangun daerahnya sendiri di bidang kesehatan.

Dalam seleksi calon mahasiswa baru tahun 2011 jumlah pendaftar sebanyak 167 orang dan yang diterima sebanyak 100 orang. Salah satu kebijakan dalam sipenmaru 2011 adalah adanya quota seleksi regional sebanyak 20 % khusus bagi warga kecamatan yang terisolasi dan masih kekurangan tenaga kesehatan. Berdasarkan data diatas dapat dihitung rasio penerimaan mahasiswa untuk sipenmaru 2011 adalah 167/100 atau 1,67 : 1. Hal ini masih jauh dari target yang diinginkan yaitu > 4 : 1. Sedangkan keterwakilan mahasiswa yang diterima dari kecamatan adalah 100 % (seluruh kecamatan terwakili).

Prosentase kelulusan mahasiswa tahun 2011, dari 87 peserta didik, yang berhasil wisuda tepat waktu sebanyak 76 orang. Dengan demikian tingkat kelulusan pada tahun 2011 adalah (76/87) x 100 % = 87,36 %. Alasan-alasan yang membuat angka ini tidak mencapai 100 % antara lain : 1) Tidak lulus mata kuliah baik akibat kurangnya kehadiran maupun nilai belum mencapai batas lulus setelah mengikuti 2 kali HER; 2) Belum lulus praktek klinik.

Pada tahun 2012 jumlah pendaftar sebanyak 155 orang dan yang diterima adalah 100 orang (rasio penerimaan adalah 1,55 : 1) dan seleksi regional masih berlangsung. Jumlah lulusan tahun 2012, dari 92 orang peserta didik yang berhasil lulus sebanyak 80 orang dan 12 orang masih berproses. Alasan keterlambatan adalah belum menyelesaikan tugas-tugas dan belum lulus beberapa mata kuliah.

Adapun data jumlah mahasiswa reguler dalam 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut :

Tabel 1

Jumlah mahasiswa reguler sejak tahun akademik 2007/2008 – 2011/2012

Tahun Masuk

Jumlah Mahasiswa Reguler per Angkatan Pada Tahun

Jumlah lulusan sampai dengan 2012

2007/2008

2008/2009

2009/2010

2010/2011

2011/2012

2008

(a)   = 60 57 54 2 (b)   = 1 (c)   = 54

2009

  90 82 82 17 76

2010

    (d)   = 100 87 (e)   = 86 (f)    = 80

2011

      100 94  

2012

        100  

Tabel 2

Jumlah seluruh mahasiswa kelas reguler dan lulusannya

Sejak tahun 2007-2012

Tahun Akademik

Daya Tampung

Jumlah Calon Mahasiswa Reguler

Jumlah Mahasiswa Baru

Jumlah Total Mahasiswa

Jumlah Lulusan

Ikut Seleksi

Lulus Seleksi

Reg

Trans

Reg

Trans

Reg

Trans

2007/2008

60

187

60

60

-

189

-

84

-

2008/2009

90

181

90

90

-

207

-

82

-

2009/2010

100

165

100

100

-

236

-

71

-

2010/2011

100

167

100

100

-

271

-

65

-

2011/2012

100

190

100

100

-

298

-

80

-

2012/2013

100

155

100

100

-

307

-

-

-

Seiring dengan ditetapkannya Akper Pemkab Kotim menjadi BLUD, maka ada keinginan untuk meningkatkan partisipasi masuk perguruan tinggi bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh pendidikan keperawatan dan menambah quota seleksi regional serta meningkatkan upaya-upaya untuk meluluskan mahasiswa yang berkualitas dan dapat diterima di pasaran. Rencana ini akan dimulai pada tahun 2013 sambil menyesuaikan dengan situasi/kondisi yang berkembang pada saat itu.

Adapun bentuk kegiatan pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini :

Tabel 3

Bentuk pelayanan kepada mahasiswa dan hasilnya

No

Jenis Pelayanan Kepada Mahasiswa

Bentuk Kegiatan, Pelaksanaan  dan Hasilnya

1

Bimbingan dan Konseling Bentuk kegiatan dan pelaksanaan :

-          Konsultasi masalah-masalah yang berkaitan dengan perkuliahan dengan dosen yang dianggap dapat dipercaya oleh mahasiswa. Kegiatan ini belum terstruktur

-          Konsultasi dosen wali/PA

-          Konsultasi asuhan keperawatan/Konsultasi laporan praktek klinik

-          Konsultasi bimbingan tugas akhir/KTI

-          Pendampingan saat mengikuti lomba

Hasil :

-          Penyelesaian masalah dan manajemen stress

-          Rencana perkuliahan dan KRS

-          Laporan Praktek Klinik

-          KTI

-          Juara

2

Minat dan Bakat (ekstra kurikuler) Bentuk Kegiatan dan pelaksanaan :

-          Penyediaan fasilitas alat band 1 set

-          Unit Sukarela Satgana

-          PMI

-          Tim volley putra putri

-          Tim badminton putra putri

-          Tim futsal

-          Tim tenis meja

-          Vocal grup

-          Paduan suara

Hasil :

-          Juara

-          Kepuasan mahasiswa

-          Terlaksananya berbagai perlombaan dalam rangka Dies Natalis

3

Pembinaan soft skill Bentuk kegiatan dan pelaksanaan :

-          Pengajian dan bimbingan rohani

-          Penanaman motivasi oleh dosen setiap kali masuk kuliah

-          Role model dosen untuk perilaku akademik

-          Pemeriksaan kelengkapan atribut kemahasiswaan dan kebersihan diri/kerapihan

-          Teguran atas perilaku yang tidak dapat diterima

Hasil :

-          Meningkatnya interaksi mahasiswa-dosen, sesama mahasiswa dan sesama dosen secara memuaskan

-          Perbaikan penampilan / performance mahasiswa

-          Meningkatnya harga diri mahasiswa secara subyektif

-          Meningkatnya rasa kecintaan terhadap profesi dan almamater

4

Beasiswa Bentuk kegiatan dan pelaksanaan :

-          Pembebasan SPP selama 1 semester bagi mahasiswa yang berprestasi (IP lebih dari 3,5)

Hasil :

-          Mahasiswa berlomba mencapai prestasi akademik

5

Kesehatan Bentuk kegiatan dan pelaksanaan :

-          Bantuan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan herbal / acupuncture gratis bagi mahasiswa di Klinik Zahra

-          Asuransi jiwa

-          Konseling asuransi dan perencanaan keuangan

Hasil :

-          Deteksi dini dan penanganan dini terhadap gangguan kesehatan

-          Asuransi Mahasiswakoe dari AJB Bumi Putera bagi mahasiswa yang akan praktek ke luar daerah

-          Asuransi mandiri mahasiswa dengan Produk PAA dari Prudential

Pelayanan lain terhadap mahasiswa dari segi administratif, misalnya : surat keterangan masih kuliah, surat keterangan lulus, dll. Prestasi yang pernah dicapai oleh mahasiswa Akper Pemkab Kotim, adalah :

Tabel 4

Prestasi yang pernah diraih oleh mahasiswa sejak 2007-2012

No

Nama Prestasi/Penghargaan/Kegiatan dan Waktu Penyelenggaraan

Tingkat

Prestasi yang Dicapai

1

Juara Pawai Budaya dalam rangka HUT Kotim ke 54 (Piala) tahun 2007

 

Kabupaten Kotim Juara I

2

Juara Dies Natalis Akper Pemkab Kotim  tahun 2008 Provinsi Kalimantan Tengah Juara II Volley ball putra

Juara II Volley ball putri

Juara III Volley ball putra

Juara I cerdas cermat

Juara III cerdas cermat

3

Juara seni qasidah rebana kolaborasi dalam rangka MTQ ke 7 Tingkat Kabupaten Katingan tahun 2010

 

Kabupaten Katingan Juara II

4

Juara Putra-Putri Pariwisata tahun 2010 Kabupaten Kotim Juara I Putri

Juara I Putra

Juara III Putra

 

4

Juara Kegiatan HUT RI ke 66 September 2011 Kabupaten Kotim Juara II Kelompok sepeda hias

Juara II Unjuk Bakat Kategori Solo

5

Juara Duta Taruna KB tahun 2012 Kabupaten Kotim

 

Provinsi Kalimantan Tengah

Juara I Putra

Juara I Putri

 

Juara II Putra

Juara II Putri

Semua prestasi yang diraih oleh mahasiswa ini dicapai melalui berbagai event yang diselenggarakan. Mahasiswa yang berprestasi ini diberikan kesempatan untuk menjadi pembicara dalam acara PPS dalam sesi motivasi maupun tampil dalam acara wisuda. Dengan penghargaan semacam ini diharapkan memberikan motivasi kepada mahasiswa lain untuk berprestasi di segala bidang. Selain itu juga ada beberapa mahasiswa yang dengan kesadaran sendiri membentuk grup-grup peminatan sejenis, misalnya kelompok penggemar fotografi dan kelompok pekerja agen asuransi. Kegiatan yang mereka lakukan ini bukan hanya mengisi waktu luang dan mengembangkan minat dan bakat, tetapi juga mampu menghasilkan benefit bagi mahasiswa.

Adapun upaya-upaya yang sudah dilakukan pengelola untuk memasarkan lulusan kepada pengguna, adalah :

Tabel 5

Upaya pemasaran lulusan kepada pengguna

No

Jenis Upaya

Keterangan

1

Memberikan informasi tentang kesempatan bekerja di berbagai instansi pemerintah/swasta kepada mahasiswa atau lulusan Dengan menempelkan pengumuman formasi pegawai di Klinik Kesehatan Perusahaan Besar Sawit pada papan pengumuman.

2

Membentuk wadah untuk mengumpulkan informasi tentang kesempatan kerja dan membantu lulusan memperoleh pekerjaan Dosen dikirimkan ke Disnakertrans Provinsi untuk dilatih melaksanakan Bursa Kerja Khusus, tetapi karena terjadi pergantian pimpinan BKK ini belum sempat berjalan. Saat ini (2012) sedang dikembangkan kembali.

3

Mengundang pihak yang memerlukan tenaga lulusan ke kampus untuk memberikan penjelasan tentang kesempatan kerja Dalam kegiatan wisuda undangan dikirimkan ke PBS-PBS di sekitar wilayah Kotim dengan harapan bisa mengamati profil lulusan dan berinteraksi langsung dengan lulusan.

Dalam kesempatan ini juga beberapa PBS ada yang mengirimkan ucapan selamat kepada wisudawan, sebagai apresiasi terhadap lulusan dan kampus akper pemkab kotim.

4

Menawarkan kepada pihak-pihak yang dianggap memerlukan tenaga lulusan Bantuan Fasilitasi Pengurusan Kartu Pencari Kerja bagi lulusan sehingga dapat langsung ditawarkan oleh Disnakertrans ke Lembaga yang membutuhkan tenaga
5 Kerjasama antara pihak pengguna lulusan dengan kampus Sedang dirintis upaya pengiriman Perawat ke LN melalui Dinas Kesehatan Provinsi

 

Saat pemutakhiran data Evaluasi Diri ini dibuat (Desember 2012) Bagian Lit-Bang sudah melakukan studi deskriptif tentang lulusan terhadap kinerja alumni yang bekerja di wilayah Kabupaten Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode survei sederhana menggunakan angket dibagikan kepada Kepala Ruangan di RSUD dr. Murjani Sampit untuk mendapatkan masukan tentang penilaian mereka terhadap lulusan. Ruangan yang dilakukan evaluasi antara lain : UGD, kamar operasi, ICU, Ruang Perawatan Bedah, Ruang Perawatan Penyakit Dalam, Ruang VIP Mawar, Ruang VIP Anggrek, Ruang Melati, Ruang Anak, Ruang Perinatologi, dan VVIP Melati. Ringkasan hasil penilaian tersebut tergambar pada tabel 6 sebagai berikut :

Tabel 6

Hasil evaluasi lulusan menurut Kepala Ruangan dan Ketua Tim Perawatan

di RSUD dr. Murjani Sampit, Desember 2012

No.

Jenis Kemampuan

Tanggapan Pihak Pengguna

Rencana Tindak Lanjut oleh Program Studi

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

(%)

(%)

(%)

(%)

 

 

 

 

 

 

 

1 Integritas (etika dan moral)

21,57

70,58

7,85

0

Dipertahankan dengan kegiatan spiritual, misal pengajian, peringatan hari besar keagamaan dan memberikan  keteladanan serta penanaman soft skill sejak dini di kampus
2 Keahlian berdasarkan bidang ilmu (kompetensi utama)

19,61

52,94

27,45

0

mengembangkan kurikulum dan metode-metode belajar pada beberapa mata kuliah (yang sudah berjalan : Kep. Jiwa dan KGD
3 Bahasa Inggris

0

15,7

33,33

51

Optimalisasi pembelajaran bahasa inggris dan utilisasi laboratorium bahasa serta pelatihan dosen bahasa inggris
4 Penggunaan teknologi informasi

7,85

45,1

41,17

5,88

Mata Kuliah komputerisasi Keperawatan
5 Komunikasi

15,69

74,51

9,80

0

Dipertahankan dengan membiasakan kemampuan kominikasi secara sistematis dan jelas dengan bahasa yang tidak ambigu sejak dari kampus.
6 Kerjasama tim

23,52

68,63

7,85

0

Latihan penugasan dan mencari desain-desain baru untuk format Pengenalan Program Studi (PPS)
7 Pengembangan diri

13,72

68,63

17,65

0

Pemahaman profesi secara menyeluruh dan peluang-peluang karir keperawatan sejak PPS sampai setiap pertemuan di MK Keperawatan.

Total

(a)

101,96

(b)

396,09

(c)

145,1

(d)

56,88

 

Berdasarkan hasil evaluasi diatas maka dapat dirumuskan profil lulusan Akper Pemkab Kotim, sebagai berikut :

  1. Mampu menjalin komunikasi dengan baik (74,51 %)
  2. Memiliki integritas etika dan moral yang baik (70,58 %)
  3. Mampu bekerjasama dalam tim (68,63 %)
  4. Mampu mengembangkan diri (68,63 %)
  5. Memiliki keterampilan keperawatan yang cukup baik (52,94 %)
  6. Kurang pandai berbahasa Inggris (51 %)
  7. Cukup baik dalam menguasai teknologi informatika (45,1 %)

Untuk semakin mengembangkan kemampuan mahasiswa yang berbasis keunggulan lokal, maka dibekalkan keahlian khusus kepada mahasiswa melalui muatan lokal MK Complementery Nursing (MK yang berisi kemampuan penggunaan herbal untuk terapi), MK Komputerisasi (MK yang membekalkan kemampuan komputer). Selain itu pada MK Kegawat Daruratan ditambah muatan lokal 1 SKS. Secara periodik setiap pelaksanaan PKL desa Binaan Akper Pemkab Kotim bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk melakukan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan, serta sirkumsisi bagi anak-anak yang kurang mampu. Tim Akper Pemkab Kotim juga seringkali diundang untuk menjadi tenaga relawan dalam kegiatan sirkumsisi massal di beberapa tempat (dokumentasi poto terlampir).

Berdasarkan data rekapitulasi tenaga kesehatan dari Bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, lulusan Akper Pemkab Kotim sudah menyebar dan ada di tiap-tiap Puskesmas di seluruh kecamatan. Jumlah lulusan dari program reguler di masing-masing Puskesmas adalah :

  1. Puskesmas Tumbang Penyahuan                                 :  3 orang
  2. Puskesmas Cempaka Mulia                                            :  6 orang
  3. Puskesmas Pundu                                                            :  3 orang
  4. Puskesmas Parenggean I                                                :  4 orang
  5. Puskesmas Parenggean II                                               :  1 orang
  6. Puskesmas Tumbang Sangai                                         :  9 orang
  7. Puskesmas Kuala Kuayan                                              :  9 orang
  8. Puskesmas Tumbang Kalang                                         :  4 orang
  9. Puskesmas Kota Besi                                                       :  7 orang
  10. Puskesmas Baamang I                                                     :  1 orang
  11. Puskesmas Baamang II                                                    :  2 orang
  12. Puskesmas Pasir Putih                                                    :  1 orang
  13. Puskesmas Sebabi                                                            :  3 orang
  14. Puskesmas Ketapang I                                                     :  0
  15. Puskesmas Ketapang II                                                    :  3 orang
  16. Puskesmas Ujung Pandaran                                          :  6 orang
  17. Puskesmas Bagendang                                                   :  4 orang
  18. Puskesmas Samuda                                                         :  9 orang
  19. Puskesmas Mentaya Seberang                                      :  12 orang

TOTAL                                                                                  :  87 orang

Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lulusan yang bekerja di perkebunan dan di luar Kabupaten Kotim belum dapat dilaksanakan sebab keterbatasan waktu dan kesempatan bertemu dengan para alumni. Namun demikian pelacakan terhadap kemampuan kerja alumni, masalah-masalah yang dialami dalam dunia kerja secara tidak langsung masih dapat ditelusuri melalui situs-situs jejaring sosial yang dikelola. Rata-rata lamanya waktu tunggu lulusan lima tahun terakhir untuk memperoleh pekerjaan yang pertama adalah antara 4 – 6 bulan. Secara umum tempat kerja lulusan Akper Pemkab Kotim bervariasi. Sebagian besar bekerja di sektor pelayanan kesehatan formal (RSUD dr. Murjani sebagai PNS dan Pegawai Honor, Puskesmas/Pustu sebagai PNS dan Pegawai Honor), sektor pelayanan kesehatan swasta (di Perkebunan Besar Sawit sebagai Koordinator dan Staf Klinik, di Pertambangan Batu Bara sebagai Koordinator Klinik dan Staff di Klinik Zahra), Perbankan (sebagai staff di BNI 46 dan BRI), Perasuransian (sebagai staff administrasi di PT. Askes dan agen Asuransi di PT. Prudential Life Assurance)

PENJAMINAN MUTU AKPER PEMKAB KOTIM

Untuk keabsahan dan pengakuan terhadap mutu lulusan maka Akper Pemkab Kotim melakukan upaya-upaya penjaminan aspek legal dan kualitas penyelenggaraan berdasarkan sumber-sumber yang tersedia. Pembinaan Akper Pemkab Kotim dilakukan oleh Pemda Kotim dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Pemda Kotim menyediakan tenaga pengelola dan pengajar sedangkan administrasi keakademikan langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, antara lain SK Penetapan Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru dan Jadwal Sipenmaru, SK Penetapan Peserta Sipenmaru yang lulus Uji Tulis dan Uji Kesehatan, SK Penetapan Mahasiswa Baru dan Nomor Induk Mahasiswa, SK Panitia Penguji dan Peserta Ujian Akhir Program, SK Penetapan Lulusan serta surat-menyurat untuk permintaan blanko ijazah serta registrasinya.

Sampai saat ini (Nopember 2012) proses ini masih terus berjalan di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Adapun Ijazah bagi lulusan tahun 2012 masih diterbitkan oleh Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Kementrian Kesehatan RI berikut dengan registrasinya. Adapun izin penyelenggaraan pendidikan yang masih berlaku saat ini adalah SK Menteri Kesehatan RI nomor HK.03.01/I/II/4/01571/2011 tanggal 28 Maret 2011. Izin ini berlaku sampai mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 menyelesaikan studinya. Untuk seterusnya dilakukan alih bina dari Kementrian Kesehatan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Adapun penjaminan mutu terhadap kualitas penyelenggaraan Akper Pemkab Kotim dilakukan dengan pelaksanaan akreditasi oleh Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes). Strata akreditasi terakhir yang pernah diperoleh adalah Strata B dengan nilai 80,03 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Depkes RI nomor HK.00.03.2.2.01549 tentang Penetapan Strata Akreditasi Akper Pemerintah Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah Kode Institusi : 62022001D.

Program monitoring dan evaluasi terhadap proses belajar mengajar mulai tahun 2009 dilakukan oleh Unit Penelitian/Pengembangan dan pengabdian Masyarakat dengan melakukan studi observasi dan survei. Pada 2012 Akper Pemkab Kotim membentuk organisasi internal satuan pengendali mutu dengan SK Direktur Nomor DL.02.02.338/AKPER/X/2012 tanggal 23 Oktober 2012, yang diharapkan dapat mendorong terbangunnya sistem penjaminan mutu (quality assurance) penyelenggaraan pendidikan yang lebih luas.

Indikasi tentang dampak hasil evaluasi program terhadap pengalaman dan mutu dari pembelajaran yang dilakukan mahasiswa dapat dilihat berdasarkan indikator-indikator berikut :

1)    Evaluasi Struktur :

-          Kurikulum yang berlaku dan kesesuaiannya trend perkembangan terkini dalam dunia keperawatan serta tuntutan dunia kerja

-          Silabus dan SAP

-          Alat bantu belajar mengajar/media dan metode yang digunakan dalam belajar mengajar

-          Sistem penugasan

-          Program kerja akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat yang tergambar dalam kaender akademik

-          Peraturan perundangan dan peraturan internal penyelenggaraan pendidikan

-          Kondisi sarana belajar-mengajar

-          Jumlah dan kualifikasi dosen

-          Dokumen perencanaan dan penganggaran

2)    Evaluasi Proses :

-          Absensi kehadiran mahasiswa dan dosen

-          Evaluasi tengah dan akhir semester mengenai kemajuan belajar (hasil pembelajaran)

-          Monitoring kehadiran dosen dan materi pengajaran dosen

-          Monitoring mahasiswa dalam mengikuti seminar kasus.

-          Evaluasi kegiatan pembimbingan oleh dosen pembimbing pada kegiatan praktek mahasiswa di rumah sakit/puskesmas.

-          Evaluasi dosen oleh mahasiswa

-          Tingkat penyerapan anggaran untuk menunjang penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi

3)    Evaluasi Hasil/Dampak :

-          Evaluasi alumni terhadap pembelajaran

-          Evaluasi alumni terhadap manajemen

-          Evaluasi pengguna terhadap pegawai/pekerja yang merupakan lulusan Akper Pemkab Kotim

-          Evaluasi hasil publikasi riset

Evaluasi dampak kegiatan bakti masyarakat

Upaya Penjaminan Mutu yang saat ini diupayakan adalah : Pengurusan Alih Bina dari Kemenkes ke Kemendikbud RI serta upaya melaksanakan Akreditasi BAN-PT dengan mengajukan permohonan Akreditasi

TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN dan PENGELOLAAN AKPER PEMKAB KOTIM

  1. 1.    Sistem Tata Pamong 

Susunan organisasi dan tata kerja Akper Pemkab Kotim ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Akper Pemkab Kotim  dengan mengacu kepada Peraturan Bupati Nomor 30 tahun 2010 dimana ditetapkan Kedudukan, tugas pokok dan fungsi Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam perkembangan selanjutnya Pola Pengelolaan Keuangan Akper Pemkab Kotim diarahkan untuk menganut PPK-BLUD dengan Pertaturan Bupati Nomor 65 tahun 2012 tanggal 29 Februari 2012 tentang Penetapan Akademi Keperawatan Pemkab Kotim sebagai Badan Layanan Umum Daerah Unit Kerja.

Status PPK-BLUD diharapkan dapat memberikan peluang lebih baik bagi Akper Pemkab Kotim untuk melakukan penerapan Tata Kelola yang mendorong peningkatan kualitas layanan dengan menumbuh-kembangkan efisiensi, relevansi, transparansi, akuntabilitas. Diharapkan dengan menjadi BLUD, leadership dapat tumbuh di semua jenjang posisi dalam organisasi. Untuk tujuan ini perbaikan sistem informasi dan kejelasan Standar Operasional Prosedur (SOP) mutlak diperlukan agar dapat mendorong organ-organ akademik memiliki kapasitas dan kecepatan yang memadai dalam membuat perencanaan dan keputusan.

Gambaran tentang tata pamong, kedudukan, syarat-syarat jabatan, kewenangan dan tugas dari masing-masing unsur pengelola secara lengkap dituangkan dalam Pedoman Tata Kelola BLUD Akper Pemkab Kotim (terlampir). Dengan mengedepankan azas keterbukaan informasi diharapkan dapat menjalankan fungsi manajemen secara transparan.

  1. 2.    Kepemimpinan

Akademi Keperawatan Pemkab Kotim berusaha menunjang terlaksananya kepemimpinan demokratis dengan disusunnya struktur organisasi beserta uraian tugas atau Job Description masing-masing sebagaimana tertuang dalam dokumen Pola Tata Kelola BLUD Akper Pemkab Kotim tahun 2011.

Akper dipimpin oleh Direktur yang dibantu para Pembantu Direktur. Pengusulan Direktur berdasarkan usulan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim ke Bupati Kotim dengan pertimbangan kemampuan, informasi staf dosen, media, kondite, senioritas, integritas dan kepangkatan selama menjadi staf / dosen di Akper Pemkab Kotim serta pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (BAPERJAKAT) Kabupaten Kotim. Selanjutnya direktur ditetapkan dengan SK Bupati dengan sebutan Kepala UPTD Akper Pemkab Kotim.

Masa jabatan Direktur dibatasi selama empat tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut–turut. Hal tersebut bertujuan untuk memberi kesempatan kepada yang lain untuk menjadi Direktur. Sejak didirikan sampai saat ini (Nopember 2012) di Akper Pemkab Kotim telah terjadi pergantian kepemimpinan sebanyak 4 kali.

Pemecahan masalah yang terjadi dalam organisasi dilakukan melalui pertemuan atau rapat dimana setiap permasalahan yang dihadapi dibicarakan bersama dan selanjutnya jika dianggap perlu maka dilakukan juga koordinasi dengan Dinas Kesehatan sebagai salah satu wujud pengawasan dan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

Dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan akademik program studi merancang prosedur baku (Standar Operating Prosedure)  dalam bentuk  buku pedoman mengenai tata kelola Akper Pemkab Kotim/program studi dan etika (dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa) yang dikomunikasikan untuk disepakati dan dilaksanakan. Kode Etik Dosen membentuk citra dosen sebagai figur yang memiliki integritas intelektual dan profesional. Kode Etik tenaga kependidikan membentuk tenaga kependidikan yang profesional dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan.

  1. 3.    Sistem Pengelolaan

Guna mencapai tujuan Akper Pemkab Kotim, maka setiap elemen memiliki uraian tugas dan kewajiban. Direktur dibantu oleh para Pembantu Direktur bertanggung jawab atas kelancaran operasional Akper dalam setiap semesternya. Dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi Direktur dibantu oleh para dosen baik dosen tetap maupun dosen tidak tetap. Staf administrasi bertanggung jawab atas kelancaran administrasi, surat menyurat dan layanan akademik lainnya.

Sistem pengelolaan Akper Pemkab Kotim mencakup hal sebagai berikut :

  1. Pengelolaan pendidikan

Pendidikan D III Keperawatan yang dilaksanakan di Akper Pemkab Kotim adalah pendidikan vokasi yang menghasilkan perawat profesional pemula. Program pendidikan mengacu kepada kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang diterbitkan oleh dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 861/Menkes/SK/X/2006 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Keperawatan sebagai kurikulum inti dan ditambahkan dengan beberapa pengembangan kurikulum sebagai Muatan Lokal.

Beban studi pendidikan Diploma III Keperawatan Program Reguler sebanyak 112 SKS. Batas masa program pendidikan di institusi diperhitungkan sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa semester I, dengan masa terpanjang 10 (sepuluh) semester.

Alur proses pendidikan yang diselenggarakan di Akper Pemkab Kotim meliputi langkah-langkah sebagai berikut :

1)    Seleksi mahasiswa baru

2)    Calon mahasiswa dinyatakan lulus berdasarkan keputusan Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Tingkat Provinsi

3)    Calon yang dinyatakan lulus segera mendaftar ulang sesuai ketentuan dan melunasi biaya-biaya yang ditetapkan

4)    Pelaksanaan Pengenalan Program Studi (PPS)

5)    Mahasiswa baru yang sudah melakukan pendaftaran ulang dan menyelesaikan PPS melakukan kontrak program kepada dosen Pembimbing Akademik/Dosen Wali yang pembagiannya berdasarkan SK Direktur Akper Pemkab Kotim dan mengisi Kartu Program Studi (KPS). Kontrak program ini dilakukan setiap awal semester sesuai ketentuan yang berlaku.

6)    Pembagian kelas

7)    Penetapan Nomor Induk Mahasiswa dengan SK Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah

8)    Penetapan sebagai mahasiswa Akper Pemkab Kotim dengan SK Direktur yang diterbitkan setiap tahun akademik setelah mahasiswa melakukan kontrak program dan mengisi KPS.

9)    Setelah menyelesaikan masa studi maka dilakukan Ujian Akhir Program (UAP). Penetapan Panitia, Penguji dan Peserta UAP ditetapkan dengan SK Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.

10) Mahasiswa yang lulus Ujian Akhir Program dilakukan yudisium oleh Direktur dan para dosen. Penetapan lulusan dengan SK Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.

11) Mahasiswa yang telah melakukan yudisium diusulkan memperoleh ijazah kepada Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Kementrian Kesehatan RI dengan pengantar dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Adapun lampiran permintaan ijazah ini adalah : SK Penetapan Mahasiswa Baru dari Dinas Kesehatan Provinsi, SK Penetapan mahasiswa Akper Pemkab Kotim per semester, SK Penetapan Panitia, Penguji dan Peserta UAP dari Dinas Kesehatan Provinsi, SK Penetapan Lulusan dari Dinas Kesehatan Provinsi serta berita acara penggunaan ijazah pada tahun sebelumnya.

12) Setelah administrasi ijazah selesai maka dilakukan registrasi ijazah di Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

13) Pembuatan transkrip nilai oleh Bagian Administrasi Akademik

14) Calon alumni melakukan pendaftaran ulang untuk mengikuti prosesi wisuda sebagai prosesi terakhir dalam kehidupan kampus. Dalam prosesi wisuda ini calon alumni dilantik sebagai Perawat Profesional Pemula dan dilakukan Pengambilan Sumpah/Janji sebagai Perawat.

15) Setelah selesai prosesi wisuda dilakukan pembagian ijazah kepada alumni dan segera didaftarkan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotim sebagai Pencari Kerja dan kepada Ikatan Keluarga Alumni Akper Pemkab Kotim sebagai anggota

 

Untuk dapat  terus menyesuaikan diri dengan perubahan maka Akper Pemkab Kotim melakukan upaya-upaya sebagai berikut :

1)    Memadukan kurikulum berbasis kompetensi dengan keunggulan-keunggulan lokal kemudian disosialisasikan kepada pemangku kepentingan.

2)    Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang Akper Pemkab Kotim

3)    Mengelola dan mengevaluasi pengelolaan yang telah berjalan agar dapat diperoleh metode yang terbaik

4)    Memperbaiki kemampuan mahasiswa dan dosen untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris, menggunakan teknologi informatika, dan komunikasi asertif (penanaman soft skill).

5)    Memperbaiki kualitas akademik dosen dan staf melalui pelatihan dan penelitian.

6)    Memperbaiki Management Support System melalui peningkatan kinerja dalam institusi.

  1. Rencana pengembangan jangka panjang

Pengembangan jangka panjang Akper Pemkab Kotim dituangkan dalam Rencana Strategis Bisnis BLUD Akper Pemkab Kotim tahun 2011 (Renstra Bisnis BLUD Akper Pemkab Kotim) yang berlaku 5 tahun. Selanjutnya Akper Pemkab Kotim akan melaksanakan dan mengevaluasi setiap tahun guna mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan rencana kerja dan anggaran (RKA) dan Rencana Bisnis Anggaran BLUD (RBA-BLUD) yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah tentang APBD. Rencana kerja diajukan berkaitan dengan kegiatan rutin (yang wajib dilaksanakan pada setiap semesternya) dan kegiatan yang termasuk program pengembangan. Program tersebut dievaluasi berdasarkan tingkat keberhasilannya dan dampak pada kinerja Akper Pemkab Kotim. Strategi pengembangan dilaksanakan melalui perencanaan secara terstruktur.

Adapun rencana pengembangan institusi dalam 5 tahun kedepan meliputi aspek-aspek sebagai berikut :

1)    Peningkatan kinerja operasional Akper Pemkab Kotim, meliputi :

-          Pembenahan teknis akademik

-          Akreditasi BAN-PT secara periodik

-          Pembenahan proses administrasi dan keakademikan

-          Penerapan remunerasi pengelola Akper Pemkab Kotim

-          Pelatihan/kursus/bimtek untuk pejabat BLUD dan staf pelaksana administrasi

2)    Peningkatan pelayanan pendidikan, meliputi :

-          Peningkatan strata pendidikan dosen dan pencapaian rasio dosen dan mahasiswa sesuai SPM BLUD Akper Pemkab Kotim yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP)

-          Pengembangan kemampuan dosen dalam pengelolaan proses belajar mengajar melalui pelatihan, studi observasi dll, termasuk pelatihan AA/PEKERTI

-          Peningkatan upaya-upaya untuk sertifikasi dosen

-          Pengembangan sistem penilaian akademik dan kompetensi mahasiswa

-          Pengembangan dan perluasan kemitraan dalam Praktek Kerja Lapangan ke RS Pendidikan dan sertifikasi kemampuan yang dicapai dalam PKL.

-          Perluasan jejaring kerjasama kemitraan untuk praktek klinik (RS dan Puskesmas), jejaring kerjasama penerbitan jurnal ilmiah dan hasil-hasil riset, serta jejaring kerjasama untuk pemasaran lulusan.

-          Peningkatan infiltrasi program PKL Desa Binaan terutama bidang Keperawatan Jiwa Komunitas (Community Mental Health Nursing/CMHN), Keperawatan Keluarga, Keperawatan Komunitas dan Keperawatan Gerontik terhadap program Perkesmas di Puskesmas sebagai bentuk penerapan teknologi keperawatan komunitas.

-          Pengembangan soft skill mahasiswa melalui kegiatan kuliah, Peringatan Dies Natalis, Pengajian/Kerohanian dan Peringatan Hari Besar Keagamaan.

-          Mengembangkan pendidikan Diploma III Program Khusus bagi PNS dan non PNS untuk wilayah Kotim dan Kabupaten satelit.

-          Mengembangkan kegiatan monitoring dan evaluasi kemampuan lulusan sampai pada persiapan asesor kompetensi dan pelaksanaan uji kompetensi.

3)    Peningkatan Sarana dan Prasarana, meliputi :

-          Penataan ruangan dan lingkungan kampus

-          Peningkatan dan pemerataan akses internet di lingkungan kampus

-          Peningkatan suplai daya listrik pada masing-masing bangunan

-          Penambahan dan pemutakhiran alat bantu pembelajaran dan praktek laboratorium untuk meningkatkan kompetensi lulusan

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN AKPER PEMKAB KOTIM

A.   Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta Strategi Program Studi

Visi dan misi disusun melalui rapat internal dengan mengacu pada tujuan awal dibukanya program D-III Keperawatan di Sampit dan Statuta Akper Pemkab Kotim sendiri. Visi ini juga mengacu pada Visi, Misi, serta Rencana Strategis Dinas Kesehatan serta Visi, Misi dan Rencana Strategis Kotawaringin Timur. Sejak berdirinya, Akper Pemkab Kotim hanya memiliki satu program studi, karena itu visi dan misi program studi akan sama dengan visi dan misi pengelola program studi.

Visi Akper Pemkab Kotim adalah : “Terwujudnya Akper Pemkab Kotim sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu keperawatan yang kompetitif”.

Pengertian atas visi tersebut adalah :

 Akper Pemkab Kotim :

Yang dimaksud Akper Pemkab Kotim adalah unit pengelola pendidikan Diploma III Keperawatan milik Pemerintah Daerah yang merupakan ikon kebanggan Kotawaringin Timur, yang memiliki kepekaan tinggi terhadap segala bentuk dinamika perubahan yang terjadi di dalam maupun di luar institusi.

Sejalan dengan motto Kabupaten Kotawaringin Timur yaitu Bergerak Cepat Membangun Kotim maka dengan eksistensinya Akper Pemkab Kotim berupaya memenuhi kekurangan tenaga kesehatan dan mengupayakan meratanya distribusi tenaga kesehatan melalui kebijakan seleksi jalur regional. Seleksi jalur regional adalah kebijakan untuk memberikan alokasi bagi lulusan SLTA di beberapa Kecamatan yang kekurangan tenaga kesehatan dan terpencil secara proporsional sehingga diharapkan setelah lulus nanti mereka langsung kembali ke daerahnya dan bisa bertahan lama melakukan pelayanan kesehatan.

Pusat Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Keperawatan :

Yang dimaksud dengan Pusat Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Keperawatan adalah keinginan Akper Pemkab Kotim menjadi satu-satunya penyelenggara pendidikan Keperawatan di Kotawaringin Timur yang dapat diandalkan untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan dan tantangan bidang kesehatan umumnya dan bidang keperawatan khususnya.

Sejalan dengan hal ini Akper Pemkab Kotim berupaya mengembangkan diri untuk dapat menyelenggarakan pendidikan program khusus sehingga semua perawat yang bekerja di Kotawaringin Timur minimal memiliki latar belakang pendidikan D-III Keperawatan, dan seiring dengan semakin berkembangnya organisasi diharapkan dapat ditingkatkan menjadi STIKES yang menyelenggarakan Program Studi S1 Keperawatan.

Adapun sebagai wadah pengembangan keperawatan maksudnya adalah menjadikan Akper Pemkab Kotim sebagai wadah menanamkan kecintaan dan pemahaman terhadap perkembangan profesi terkini, misalnya dengan menggali keunggulan-keunggulan lokal yang dapat dijadikan penunjang dalam melakukan praktek keperawatan. Yang sudah dikembangkan saat ini adalah melatih mahasiswa menggunakan herbal yang dapat ditemukan di sekitar, mempelajari manajemen penanggulangan bencana dan dasar-dasar satuan penanggulangan bencana (SATGANA) sehingga mahasiswa dan lulusan Akper Pemkab Kotim bisa terintegrasi dalam penanggulangan bencana, serta mensinergikan pembelajaran kegawat daruratan dengan trend penatalaksanaan kegawatdaruratan yang sedang dikembangkan oleh RSUD dr. Murjani Sampit.

Kompetitif :

Yang dimaksud kompetitif adalah kemampuan untuk bersaing dan diakui oleh pemangku kepentingan dan pengguna lulusan. Lulusan yang kompetitif juga bermakna kemampuan lulusan untuk memiliki prestasi kerja dan penghargaan-penghargaan berupa pengembangan diri dan karir. Termasuk juga kemampuan berprestasi setelah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar daerahnya sendiri.

Adapun misi Akper Pemkab Kotim adalah :

  1. Menghasilkan sumber daya kesehatan yang pembelajar, bermoral dan terampil.
  2. Mengembangkan pendidikan keperawatan dengan keunggulan teknologi keperawatan komunitas.
  3. Menyelenggarakan pengelolaan Akper secara profesional, demokratis, transparan dan akuntabel.
  4. Membangun budaya riset guna memecahkan masalah kesehatan khususnya di bidang keperawatan
  5. Meningkatkan pengabdian masyarakat sebagai pengamalan ilmu melalui pelayanan keperawatan/kesehatan secara terintegrasi.

Mengacu pada visi dan misi diatas maka Akper Pemkab Kotim menetapkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pengelolaan Pendidikan D-III Keperawatan, antara lain :

  1. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan perawat profesional pemula yang kompeten dalam :
    1. Memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kewenangannya.
    2. Menerapkan prinsip manajemen asuhan keperawatan.
    3. Berperan serta dalam penelitian keperawatan dan menggunakan hasil penelitian dalam asuhan keperawatan.
    4. Mengembangkan kemampuan profesional secara terus menerus
    5. Mewujudkan terlaksananya penelitian dan pengembangan yang relevan dengan pengembangan ilmu keperawatan guna meningkatkan derajad kesehatan masyarakat sebagai bentuk pengabdian dan pengamalan ilmu.
    6. Mewujudkan sistem penyelenggaraan manajemen pendidikan berdasarkan prinsip-prinsip Good University Governance (GUG).
    7. Menjadi anggota masyarakat yang kreatif dan produktif, bersikap tanggap dan terbuka terhadap perubahan serta kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi keperawatan serta mampu mendidik dan mengajak masyarakat untuk bersikap ke arah yang sama.
    8. Menjalin kerjasama di berbagai bidang untuk meningkatkan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi.
    9. Ikut serta meningkatkan perilaku sehat pada masyarakat pedesaan yang memiliki masalah kesehatan yang kompleks.

Adapun sasaran-sasaran yang ingin dicapai  yaitu :

  1. Pengembangan program akademik :
  1. Penataan kurikulum yang disesuaikan dengan kurikulum nasional dan kebutuhan pengguna serta trend terbaru dunia keperawatan.
  2. Meningkatkan kerja sama dengan  rumah sakit dan klinik baik milik swasta dan pemerintah daerah yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama
  3. Peningkatan kapasitas SDM melalui kursus-kursus, pelatihan-pelatihan dan Tugas Belajar bagi dosen.
  4. Spesialisasi kemampuan dosen dan pengelompokan dalam divisi-divisi peminatan tertentu berdasarkan ranah keilmuan yang serumpun.
  5. Peningkatan jumlah dan kualifikasi staf pengajar/dosen
  6. Peningkatan upaya registrasi dan sertifikasi dosen
  7. Mensponsori kegiatan penelitian dosen tetap
  8. Melakukan publikasi hasil penelitian dosen melalui media
  9. Melakukan kerjasama publikasi hasil penelitian melalui jurnal riset di lembaga pendidikan yang sudah terakreditasi
  10. Menetapkan model-model pelaksanaan kegiatan bakti masyarakat yang terintegrasi dalam kalender akademik.
  11. Pembentukan tim bakti masyarakat sesuai divisi peminatan
  12. Pembentukan Bursa Kerja Khusus bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan pengembangan jejaring alumni
  13. Perjanjian kerjasama dengan RS dan puskesmas jejaring Akper
  14. Perluasan lahan praktik ke RS tipe A/RS Pendidikan
  1. Meningkatkan kualitas  dan kuantitas penelitian 
  1. Meningkatkan kinerja unit pengabdian masyarakat
  1. Meningkatkan kerja sama dengan lintas sektor

TEKNIS PENDIDIKAN

A.    Program pendidikan

 Program pendidikan mengacu kepada kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang diterbitkan oleh dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 861/Menkes/SK/X/2006 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Keperawatan sebagai kurikulum inti dan ditambahkan dengan beberapa pengembangan kurikulum sebagai Muatan Lokal.

Jenis Mata Kuliah dikelompokkan sesuai dengan SK Mendiknas nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar mahasiswa, yaitu :

  1. Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yang merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  2. Kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu.
  3. Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar-dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
  4. Kelompok Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian yang bertujuan untuk membuat sikap dan perilaku yang diperuntukkan seseorang untuk berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar-dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
  5. Kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang dibutuhkan untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dan berkarya.

B.     Proses pembelajaran

 Proses pembelajaran diselenggarakan berdasarkan kalender akademik yang disusun oleh dosen-dosen dibawah koordinasi Pudir I Bidang Akademik dan selanjutnya ditetapkan oleh Direktur Akper pemkab Kotim. Kalender Akademik disusun selama 1 (satu) tahun pelajaran dengan mengacu pada efisiensi, efektifitas, dan hak-hak peserta didik. Dalam kalender akademik telah ditetapkan jam waktu efektif yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, waktu evaluasi belajar dan waktu libur. Kalender akademik tersebut selanjutnya menjadi acuan dosen untuk membuat daftar pertemuan perkuliahan.

Proses belajar-mengajar dapat diikuti oleh mahasiswa dengan ketentuan :

  1. Sudah melakukan registrasi akademik
  2. Sudah lulus mata kuliah prasyarat Mata Kuliah yang bersangkutan (berlaku bagi beberapa Mata Kuliah yang memiliki MK Prasyarat).

C.    Hak dan kewajiban mahasiswa

 Mahasiswa adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu

1.      Hak-hak mahasiswa Akper Pemkab Kotim :

  1. Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yang berlaku di lingkungan Akper Pemkab Kotim.
  2. Mendapatkan bimbingan dan konsultasi dari pembimbing akademik saat kontrak program
  3. Mendapatkan informasi dan penjelasan tentang struktur perkuliahan dan mekanisme penilaian masing-masing Mata Kuliah dari Koordinator Mata Kuliah
  4. Mendapatkan perlakuan yang layak sesuai dengan harkat dan martabat manusia
  5. Mendapatkan pengajaran sebaik-baiknya dan layanan akademik lain sesuai dengan aturan yang berlaku di Akper Pemkab Kotim.
  6. Memperoleh penilaian atas aspek-aspek penilaian yang ditetapkan secara adil dan obyektif
  7. Memperoleh pembimbingan klinik/lapangan baik dari Pembimbing Institusi maupun Pembimbing Klinik/Instruktur Klinik
  8. Memperoleh pembimbingan dalam menyusun Karya Tulis Akhir
  9. Menerima informasi yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan/pembelajaran
  10. Mendapatkan dispensasi dalam kegiatan-kegiatan yang membawa nama almamater maupun nama Pemerintah Daerah.
  11. Mengikuti seluruh kegiatan akademik yang bersifat ekstra kurikuler sesuai dengan minat/bakat/kemampuan
  12. Dicalonkan menjadi Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa atau anggota sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  13. Memperoleh reward atas prestasi akademik yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  14. Memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan kamppus untuk menunjang kelancaran proses belajar sesuai ketentuan yang berlaku.
  1. 2.      Kewajiban mahasiswa Akper Pemkab Kotim :
  1. Mengikuti seluruh prosesi akademik, mulai dari Pengenalan Program Studi (PPS) hingga Wisuda
  2. Melakukan registrasi akademik setiap awal semester
  3. Mentaati peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan Akper Pemkab Kotim
  4. Melaksanakan kegiatan non kurikulum demi kepentingan bersama
  5. Menjaga kewibawaan dan nama baik diri sendiri, keluarga, almamater serta nama baik Kabupaten Kotawaringin Timur sesuai dengan nilai/norma yang berlaku
  6. Meningkatkan kemandirian dalam mencapai tujuan pembelajaran
  7. Menjaga rahasisa yang berkaitan dengan klien/keluarganya kecuali jika diminta pengadilan untuk keperluan kesaksian.
  8. Menjaga dan merawat barang inventaris yang berada di kelas, misalnya : LCD Proyektor, TOA/sound system, Kursi, Meja, Alat Kebersihan dll).
  9. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  10. Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni.
  11. Menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia dan kebudayaan daerah Kotawaringin Timur.

 D.    Sistem Kredit Semester

 Semester merupakan satuan waktu terkecil yang digunakan untuk menyatakan lamanya masa studi dalam suatu jenjang pendidikan. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang akan dicapai dalam semester tersebut. Penyelenggaraan program pendidikan dari awal sampai akhir dibagi dalam kegiatan semesteran.

Satu semester setara dengan kegiatan pembelajaran 16 – 19 minggu efektif, dengan diikuti evaluasi pada akhir semester. Satu tahun akademik terdiri dari 2 (dua) semester reguler, yaitu semester ganjil dan semester genap. Sesudah selesai kegiatan semester genap, pada bulan Juli dan Agustus dapat diselenggarakan kegiatan semester non reguler (semester pendek).

Semester pendek dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaiki nilai melalui program pengayaan (remedial). Semester pendek tidak diperkenankan untuk mengambil kredit mata kuliah baru. Pelaksanaan semester pendek diatur oleh Direktur Akper Pemkab Kotim sesuai dengan kondisi yang terjadi.

E.     Satuan Kredit Semester (SKS)

 Satuan kredit semester adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan :

  1. Besarnya beban studi mahasiswa
  2. Besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa
  3. Besarnya usaha yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, baik program semesteran maupun program lengkap.
  4. Besarnya usaha penyelenggaraan program pendidikan tenaga pengajar.

Harga satu SKS ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu selama satu semester, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1 jam kegiatan perkuliahan, 2 jam kegiatan praktikum, 4 jam kerja lapangan. Pengertian 1 jam adalah pelaksanaan pembelajaran selama 60 menit.

Pengertian 1 sks masing-masing metode pembelajaran adalah :

  1. Teori (T)                        :    1 sks = 1 jam pertemuan / minggu
  2. Praktikum (P)               :    1 sks = 2 jam pertemuan / minggu
  3. Klinik (K)/PKL            :    1 sks = 4 jam pertemuan / minggu

Teori adalah kegiatan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, seminar dan penugasan.

Praktikum adalah kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas, laboratorium, baik di kampus maupun di lahan praktik untuk melatih kemampuan dan keterampilan yang berfokus pada integritas ilmu dan teknologi.

Klinik/PKL adalah kegiatan proses pembelajaran di lahan praktik baik di pelayanan institusi maupun di masyarakat.

F.     Evaluasi hasil belajar

 Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guna menilai sejauh mana kompetensi telah dicapai atau dikuasai oleh mahasiswa sebagai hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai dari setiap mata kuliah dan penilaian pencapaian kompetensi.

Evaluasi hasil belajar dari setiap mata kuliah mencakup evaluasi formatif dan sumatif.

Evaluasi pencapaian kompetensi dilakukan setelah keseluruhan kegiatan belajar dilaksanakan untuk kompetensi yang diharapkan. Evaluasi pencapaian kompetensi menggunakan Pedoman Penilaian Pencapaian Kompetensi dan dengan menggunakan pendekatan OSCE (Objective Structure Competencies Evaluation) dan CPX (Clinical Practice Examination) baik teori maupun keterampilan yang terintegrasi di kelas, di laboratorium dan lahan praktek.

OSCE adalah suatu penilaian yang terstruktur dari kompetensi yang telah dikuasai oleh mahasiswa, terutama digunakan untuk evaluasi formatif. Metoda ini membantu dosen dalam membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam belajar secara individual.

CPX yaitu suatu metode penilaian untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan pengelolaan kasus yang dipresentasikan, dan digunakan sebagai evaluasi sumatif. Metoda ini membantu dosen untuk mengarahkan pencapaian kurikulum

Pemberian nilai hasil belajar dinyatakan dalam lambang dan angka mutu sebagai berikut :

LAMBANG

MUTU

NILAI ABSOLUT

A

3,51 – 4,00

79 – 100

B

2,75 – 3,50

68 – 78

C

2,00 – 2,74

56 – 67

D

1,00 – 1,99

41 – 55

E

0,00 – 0,99

0 – 40

Konversi nilai skala 100 menjadi skala 0 – 4 sesuai dengan pedoman yang diberlakukan dari Pusdiknakes.

G.    Indeks prestasi mahasiswa

 Indeks Prestasi (IP)

IP adalah angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa dalam satu semester dan dihitung setiap akhir semester.

IP dihitung oleh bagian akademik dan disampaikan kepada mahasiswa pada saat yang bersangkutan hendak melakukan pengisian KPS. Dosen wali dan mahasiswa dapat pula melakukan perhitungan IP pada saat pengisian KPS.

  1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

IPK adalah angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama sampai dengan semester terakhir yang ditempuh, dan dihitung setiap akhir semester.

H.    Keberhasilan studi

  1. Keberhasilan studi untuk setiap Mata Kuliah.

Syarat minimal untuk lulus MK adalah memiliki nilai C (2,00). Jika memperoleh nilai D maka harus mengikuti Ujian pada Mata Kuliah yang bersangkutan di semester berikutnya, sedangkan jika memperoleh nilai E maka harus mengikuti proses perkuliahan MK yang bersangkutan di semester berikutnya.

  1. Keberhasilan semester

Keberhasilan semester dinyatakan dalam Indeks Prestasi (IP), dan dinyatakan berhasil semester jika memperoleh IP Kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 2,00.

I.    Praktik Kerja Lapangan (PKL)

 Praktek Kerja Lapangan merupakan wadah yang tepat untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada saat belajar-mengajar. PKL bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar dan keterampilan kepada mahasiswa agar memperoleh hasil yang efisien, efektif dan optimal dalam mencari, mengolah, menganalisis data/informasi serta menginterpretasikan hasilnya pada saat intervensi kepada masyarakat.

Ketentuan PKL adalah sebagai berikut :

  1. Panitia pelaksana PKL ditetapkan dengan SK Direktur Akper Pemkab Kotim. Personel kepanitiaan dibahas bersama antara dosen, Pudir I  Bidang Akademik dan Direktur. Susunan kepanitiaan disesuaikan dengan kondisi.
  2. Dilakukan penjajakan lokasi terlebih dahulu dan dimantapkan dengan perjanjian kerjasama.
  3. Mahasiswa diperbolehkan mengikuti PKL apabila telah lulus Mata Kuliah yang dipersyaratkan dan telah menyelesaikan administrasi sesuai ketentuan.
  4. Lahan praktik yang digunakan adalah yang menunjang kepada mahasiswa guna pencapaian kompetensi.

I.       Ujian Akhir Program (UAP)

Ujian Akhir Program diselenggarakan dengan ketentuan yang diatur tersendiri. Secara umum mahasiswa boleh mengikuti UAP apabila :

  1. Telah menyelesaikan/lulus seluruh Mata Kuliah.
  2. Telah memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan Panitia UAP.
  3. Masih berstatus mahasiswa Akper Pemkab Kotim.

Kepanitiaan UAP ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Akper Pemkab Kotim, dan susunan personilnya disesuaikan dengan kebutuhan.

J.      Batas masa studi

 Batas masa program pendidikan di institusi diperhitungkan sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa semester I, dengan masa terpanjang 10 (sepuluh) semester.

Apabila mahasiswa telah sampai pada batas masa studi yang diperkenankan, namun belum dapat menyelesaikan program studinya, maka ia dinyatakan putus studi (Dropped Out/DO). Kepadanya hanya diberikan surat keterangan pernah mengikuti pendidikan program diploma.

K.    Pembimbingan

 Untuk membantu kelancaran belajar mahasiswa, ditetapkan dosen wali / Pembimbing Akademik (PA) yang ditugaskan membimbing mahasiswa tersebut mengikuti pendidikan. Penunjukan dosen wali ditetapkan dengan SK Direktur Akper Pemkab Kotim.

Tugas dosen PA adalah :

  1. Memantau kemajuan studi, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data perkembangan akademik mahasiswa yang dibimbingnya.
  2. Menjalin hubungan pembimbingan dengan mahasiswa secara periodik, misalnya pada awal, pertengahan, dan akhir semester sesuai tata-cara pembimbingan.
  3. Merujuk ke dosen Mata Kuliah tertentu apabila mahasiswa yang dibimbingnya memiliki hambatan dalam penyerapan/pemahaman MK tersebut.
  4. Mengevaluasi keberhasilan dan kegunaan program bimbingan.

Dalam hal dosen PA tidak dapat menjalankan tugasnya dalam jangka waktu yang cukup lama, maka Direktur akan menunjuk penggantinya.

  1. L.     Peraturan dan tata-tertib

 

  1. 1.      Proses belajar-mengajar di kelas
  1. Jam kuliah setiap hari kerja (Senin – Sabtu) dimulai pukul 07.00 – 14.00. Mahasiswa harus sudah mempersiapkan diri sebelum jam perkulaiahn dimulai.
  2. Setiap mahasiswa harus sudah berada di kelas 10 menit sebelum perkuliahan dimulai.
  3. Setiap kelas memiliki organisasi untuk membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di kelas. Organisasi kelas terdiri dari Wali Kelas, Ketua Kelas, Wakil Ketua Kelas, Sekretaris, Bendahara dan seksi-seksi. Khusus untuk berperan sebagai fasilitator perkuliahan maka ditunjuk seksi pendidikan (Sie. Pend) pada masing-masing Mata Kuliah.
  4. Ketua Kelas bertanggung jawab terhadap pengisian daftar hadir, kebersihan kelas dan kelengkapan inventaris kelas. Jika terjadi kerusakan inventaris akibat kelalaian mahasiswa maka wajib diganti baik oleh yang bersangkutan maupun ditanggung secara kolektif (sesuai kesepakatan kelas)
  5. Mahasiswa wajib mengikuti seluruh perkuliahan masing-masing Mata Kuliah.

-          Jika jumlah kehadiran pada Mata Kuliah antara 75 – 90 % maka yang bersangkutan diberikan tugas oleh koordinator Mata Kuliah sebagai syarat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Apabila penugasan tidak dipenuhi maka yang bersangkutan tidak boleh mengikuti Ujian Akhir Semester dan nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dinyatakan : DIANULIR (dinyatakan tidak berlaku). Mahasiswa harus mengulang kuliah pada semester berikutnya.

-          Jika jumlah kehadiran pada Mata Kuliah kurang dari 75 % maka yang bersangkutan tidak boleh ikut Ujian Akhir Semester (UAS) dan nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dinyatakan : DIANULIR (dinyatakan tidak berlaku). Mahasiswa harus mengulang kuliah pada semester berikutnya.

  1. Mahasiswa tidak diperkenankan merokok, mengkonsumsi minuman keras/obat terlarang di lingkungan kampus.
  2. Penampilan diri :

-          Pria : Rambut pendek dan tipis tidak menutupi telingan serta tidak menyentuh krag baju, kumis tipis dan tidak berjenggot, kuku bersih dan tidak panjang.

-          Wanita : Rambut pendek sebahu, kuku bersih dan tidak panjang.

  1. Menggunakan pakaian seragam sesuai dengan ketentuan
  1. 2.      Praktek klinik
  1. Waktu praktek disesuaikan dengan jam perkuliahan
  2. Setiap mahasiswa mengisi daftar hadir setiap hadir praktek dan diketahui Pembimbing Klinik/Kepala Ruangan
  3. Praktek klinik disesuaikan dengan tuntutan Mata Kuliah dimana tiap Koordinator MK bertanggung jawab terhadap Panduan Praktek, Rekapitulasi nilai dan evaluasi pencapaian target.
  4. Setiap mahasiswa harus menjalin kerjasama dengan tim kesehatan lainnya.
  5. Tidak boleh meninggalkan tempat praktek tanpa pengetahuan pembimbing.
  6. Melakukan konsultasi laporan asuhan keperawatan tepat waktu
  7. Peraturan lebih lanjut diatur dalam Panduan Praktek Klinik yang disusun oleh masing-masing Koordinator Mata Kuliah yang melaksanakan Praktek Klinik
  8. 3.      Praktek lapangan (Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Gerontik)

Ketentuan Umum

  1. Setiap kelompok terdiri dari 10-12 orang mahasiswa membina wilayah 1 wilayah kerja mulai dari pengkajian, melaksanakan musyawarah warga, menyusun POA, mengelola implementasi dan melakukan evaluasi.
  2. Setiap mahasiswa membina minimal 3 keluarga dengan masalah kesehatan yang kompleks dan membuat dokumentasi 1 laporan keluarga binaan.
  3. Mahasiswa membuat time table tentang rencana kegiatan kelompok selama PKL berlangsung yang ditandatangani oleh ketua kelompok dan diketahui oleh Pudir I Bagian Akademik dan Direktur Akper.
  4. Mahasiswa membuat absensi dan jurnal kegiatan harian yang diketahui oleh pembimbing yang sedang bertugas pada hari itu. Selain itu mahasiswa juga harus membuat absensi kegiatan setiap kali melaksanakan kegiatan yang berisi nama mahasiswa yang hadir dan nama warga yang menghadiri diketahui oleh Ketua RT setempat.
  5. Setiap hari masing-masing kelompok mengirimkan 1 orang untuk piket di Posko Induk (Polindes) dan melaksanakan piket 3 shift secara bergantian.
  6. Setiap mahasiswa harus menghormati nilai, norma dan budaya yang berlaku dan hidup di masyarakat.
  7. Setiap mahasiswa harus membina hubungan antar manusia yang baik dan komunikasi sosial yang efektif dengan warga masyarakat

Ketentuan Khusus

  1. Setiap kelompok harus mempersiapkan sendiri segala keperluan dan peralatan rumah tangga masing-masing.
  2. Mahasiswa tinggal di wilayah kerjanya masing-masing selama 24 jam dalam sehari di Posko yang sudah ditetapkan
  3. Setiap kelompok diizinkan membawa kendaraan bermotor.
  4. Setiap mahasiswa dilarang menerima tamu kecuali ada hubungan darah (orang tua, saudara). Tamu hanya diizinkan berada di lokasi PKL sampai pukul 19.00 WIB.
  5. Setiap mahasiswa harus berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dibuktikan dengan mengisi absensi/daftar hadir.
  6. Setiap mahasiswa dilarang merokok di fasilitas umum dan saat melaksanakan kegiatan bersama warga
  7. Setiap mahasiswa dilarang mengkonsumsi minuman keras dan narkoba.
  8. Setiap mahasiswa dilarang melakukan tindakan kekerasan baik secara fisik maupun secara psikososial serta tindakan asusila.
  1. M.   Pelanggaran dan sanksi akademik

Jenis sanksi yang dikenakan kepada mahasiswa yang melanggar peraturan dapat berupa :

  1. Tidak diperkenankan mengikuti kuliah (Teori/Praktik)
  2. Peringatan Akademik berupa teguran lisan dan tertulis.
  3. Pemberhentian sementara untuk jangka waktu tertentu (skorsing)
  4. Pemberhentian tetap/pemutusan studi.

Berikut akan diuraikan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan sanksi-sanksi diatas, yaitu :

  1. 1.      Tidak diperkenankan mengikuti kuliah (Teori/Praktik)
    1. Tidak menyelesaikan dan/atau tidak memiliki KPS pada waktu yang telah ditetapkan.
    2. Pada waktu perkuliahan, tidak mengenakan pakaian seragam yang telah ditentukan.
    3. Tidak membawa perlengkapan yang ditentukan saat mengikuti kuliah.

Dosen mempunyai kewenangan untuk menyatakan seorang mahasiswa boleh atau tidak boleh mengikuti kegiatan pembelajaran.

  1. 2.      Teguran Lisan dan Tertulis I sampai III
    1. Teguran lisan :

1)      Tidak memelihara kebersihan dan kerapian lingkungan.

2)      Berlaku kurang/tidak sopan terhadap tenaga kependidikan, pegawai, sesama mahasiswa atau orang lain, misalnya tamu institusi.

3)      Mengganggu kelancaran dan ketertiban proses belajar mengajar.

4)      Melanggar peraturan dan tata-tertib.

Teguran lisan diberikan langsung kepada mahasiswa yang melanggar. Hal tersebut kemudian dilaporkan kepada Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan untuk dibuatkan catatan/arsip.

  1. Teguran tertulis I sampai III :

1)      Memiliki nilai IP kurang atau sama dengan 2,00 pada akhir semester dan/atau IPK kurang atau sama dengan 2,00.

2)      Jumlah jam ketidak hadiran maksimal mencapai 25 % dari jam kuliah.

3)      Melalaikan kewajiban administratif pada semester berjalan.

4)      Melakukan plagiatisme

5)      Melanggar tata tertib setelah mendapat 3 kali teguran lisan.

Sanksi teguran tertulis bersifat akumulatif dan berlaku untuk kurun waktu 1 (satu) semester. Teguran tertulis dikeluarkan oleh Direktur dan ditujukan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan ditembuskan kepada orang tua/wali, serta dicatat di Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.

  1. 3.      Skorsing
    1. Mendapat IP dibawah 2,00 pada akhir semester dan/atau IPK dibawah 2,00, setelah mendapat teguran tertulis III.
    2. Jumlah jam ketidakhadiran tanpa keterangan mencapai 50 % jam kuliah.
    3. Melalaikan kewajiban administratif pada semester berjalan (akumulatif)
    4. Melanggar tata tertib setelah mendapat teguran tertulis III.
    5. Melakukan tindakan pelanggaran hukum dan/atau tindak pidana seperti penyalahgunaan narkotika, miras (mabuk di areal kampus), pencurian dan lain-lain.
    6. Melakukan pelanggaran etika moral dan profesi seperti terbukti membawa/menyimpan CD/kaset audio/video terlarang.
    7. Melakukan pelanggaran etika akademik seperti misalnya terbukti mengerjakan soal ujian mahasiswa yang tidak hadir.

Sebelum dikeluarkan surat skorsing terlebih dahulu dilakukan pemanggilan terhadap mahasiswa yang bersangkutan. Dalam pertemuan penjelasan atas pemanggilan tersebut dibuatkan berita acara yang ditanda tangani oleh Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan mahasiswa yang bersangkutan, disaksikan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, serta Dosen/Dosen PA terkait.

Berdasarkan berita acara tersebut Pudir III Kemahasiswaan berkoordinasi dengan Direktur untuk menetapkan lamanya masa skorsing. Surat skorsing dikeluarkan oleh Direktur dan ditujukan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan ditembuskan kepada orang tua/wali, serta diarsipkan di Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Apabila skorsing tidak ditanggapi maka dapat dilakukan Pemutusan Studi/Pemberhentian Tetap.

  1. 4.      Pemutusan studi
    1. Tingkat kelulusan semester I dan II kurang dari 60 % Mata Kuliah semester tersebut.
    2. Tidak mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa alasan yang dapat dibenarkan pada semester I dan/atau II atau 2 (dua) semester berturut-turut.
    3. Melalaikan kewajiban administratif selama dua semester berturut-turut atau semester berlainan.
    4. Telah melampaui batas studi yang diperkenankan.
    5. Melakukan pelanggaran hukum, tindak pidana, serta melakukan pencurian baik di lingkungan kampus maupun diluar kampus.
    6. Melakukan pelanggaran etika moral dna profesi termasuk melakukan perkelahian baik di lingkungan maupun diluar kampus, dan melakukan tindakan yang mencemarkan nama baik institusi Akper Pemkab Kotim.

Sebelum dikeluarkan surat pemberhentian studi terlebih dahulu dilakukan pemanggilan terhadap mahasiswa yang bersangkutan. Dalam pertemuan penjelasan atas pemanggilan tersebut dibuatkan berita acara yang ditanda tangani oleh Pembantu Direktur I Bidang Akademik dan Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan mahasiswa yang bersangkutan, disaksikan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, serta Dosen/Dosen PA terkait.

Surat pemutusan studi dikeluarkan oleh Direktur untuk ditujukan kepada orang tua/wali, dan ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Dinas Kesehatan Provinsi Palangka Raya, Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan dan pihak lain yang berkepentingan.