TEKNIS PENDIDIKAN

A.    Program pendidikan

 Program pendidikan mengacu kepada kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang diterbitkan oleh dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 861/Menkes/SK/X/2006 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Keperawatan sebagai kurikulum inti dan ditambahkan dengan beberapa pengembangan kurikulum sebagai Muatan Lokal.

Jenis Mata Kuliah dikelompokkan sesuai dengan SK Mendiknas nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar mahasiswa, yaitu :

  1. Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yang merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  2. Kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu.
  3. Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar-dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
  4. Kelompok Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian yang bertujuan untuk membuat sikap dan perilaku yang diperuntukkan seseorang untuk berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar-dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.
  5. Kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang dibutuhkan untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dan berkarya.

B.     Proses pembelajaran

 Proses pembelajaran diselenggarakan berdasarkan kalender akademik yang disusun oleh dosen-dosen dibawah koordinasi Pudir I Bidang Akademik dan selanjutnya ditetapkan oleh Direktur Akper pemkab Kotim. Kalender Akademik disusun selama 1 (satu) tahun pelajaran dengan mengacu pada efisiensi, efektifitas, dan hak-hak peserta didik. Dalam kalender akademik telah ditetapkan jam waktu efektif yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, waktu evaluasi belajar dan waktu libur. Kalender akademik tersebut selanjutnya menjadi acuan dosen untuk membuat daftar pertemuan perkuliahan.

Proses belajar-mengajar dapat diikuti oleh mahasiswa dengan ketentuan :

  1. Sudah melakukan registrasi akademik
  2. Sudah lulus mata kuliah prasyarat Mata Kuliah yang bersangkutan (berlaku bagi beberapa Mata Kuliah yang memiliki MK Prasyarat).

C.    Hak dan kewajiban mahasiswa

 Mahasiswa adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu

1.      Hak-hak mahasiswa Akper Pemkab Kotim :

  1. Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yang berlaku di lingkungan Akper Pemkab Kotim.
  2. Mendapatkan bimbingan dan konsultasi dari pembimbing akademik saat kontrak program
  3. Mendapatkan informasi dan penjelasan tentang struktur perkuliahan dan mekanisme penilaian masing-masing Mata Kuliah dari Koordinator Mata Kuliah
  4. Mendapatkan perlakuan yang layak sesuai dengan harkat dan martabat manusia
  5. Mendapatkan pengajaran sebaik-baiknya dan layanan akademik lain sesuai dengan aturan yang berlaku di Akper Pemkab Kotim.
  6. Memperoleh penilaian atas aspek-aspek penilaian yang ditetapkan secara adil dan obyektif
  7. Memperoleh pembimbingan klinik/lapangan baik dari Pembimbing Institusi maupun Pembimbing Klinik/Instruktur Klinik
  8. Memperoleh pembimbingan dalam menyusun Karya Tulis Akhir
  9. Menerima informasi yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan/pembelajaran
  10. Mendapatkan dispensasi dalam kegiatan-kegiatan yang membawa nama almamater maupun nama Pemerintah Daerah.
  11. Mengikuti seluruh kegiatan akademik yang bersifat ekstra kurikuler sesuai dengan minat/bakat/kemampuan
  12. Dicalonkan menjadi Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa atau anggota sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  13. Memperoleh reward atas prestasi akademik yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  14. Memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan kamppus untuk menunjang kelancaran proses belajar sesuai ketentuan yang berlaku.
  1. 2.      Kewajiban mahasiswa Akper Pemkab Kotim :
  1. Mengikuti seluruh prosesi akademik, mulai dari Pengenalan Program Studi (PPS) hingga Wisuda
  2. Melakukan registrasi akademik setiap awal semester
  3. Mentaati peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan Akper Pemkab Kotim
  4. Melaksanakan kegiatan non kurikulum demi kepentingan bersama
  5. Menjaga kewibawaan dan nama baik diri sendiri, keluarga, almamater serta nama baik Kabupaten Kotawaringin Timur sesuai dengan nilai/norma yang berlaku
  6. Meningkatkan kemandirian dalam mencapai tujuan pembelajaran
  7. Menjaga rahasisa yang berkaitan dengan klien/keluarganya kecuali jika diminta pengadilan untuk keperluan kesaksian.
  8. Menjaga dan merawat barang inventaris yang berada di kelas, misalnya : LCD Proyektor, TOA/sound system, Kursi, Meja, Alat Kebersihan dll).
  9. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  10. Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni.
  11. Menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia dan kebudayaan daerah Kotawaringin Timur.

 D.    Sistem Kredit Semester

 Semester merupakan satuan waktu terkecil yang digunakan untuk menyatakan lamanya masa studi dalam suatu jenjang pendidikan. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang akan dicapai dalam semester tersebut. Penyelenggaraan program pendidikan dari awal sampai akhir dibagi dalam kegiatan semesteran.

Satu semester setara dengan kegiatan pembelajaran 16 – 19 minggu efektif, dengan diikuti evaluasi pada akhir semester. Satu tahun akademik terdiri dari 2 (dua) semester reguler, yaitu semester ganjil dan semester genap. Sesudah selesai kegiatan semester genap, pada bulan Juli dan Agustus dapat diselenggarakan kegiatan semester non reguler (semester pendek).

Semester pendek dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaiki nilai melalui program pengayaan (remedial). Semester pendek tidak diperkenankan untuk mengambil kredit mata kuliah baru. Pelaksanaan semester pendek diatur oleh Direktur Akper Pemkab Kotim sesuai dengan kondisi yang terjadi.

E.     Satuan Kredit Semester (SKS)

 Satuan kredit semester adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan :

  1. Besarnya beban studi mahasiswa
  2. Besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa
  3. Besarnya usaha yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, baik program semesteran maupun program lengkap.
  4. Besarnya usaha penyelenggaraan program pendidikan tenaga pengajar.

Harga satu SKS ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu selama satu semester, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1 jam kegiatan perkuliahan, 2 jam kegiatan praktikum, 4 jam kerja lapangan. Pengertian 1 jam adalah pelaksanaan pembelajaran selama 60 menit.

Pengertian 1 sks masing-masing metode pembelajaran adalah :

  1. Teori (T)                        :    1 sks = 1 jam pertemuan / minggu
  2. Praktikum (P)               :    1 sks = 2 jam pertemuan / minggu
  3. Klinik (K)/PKL            :    1 sks = 4 jam pertemuan / minggu

Teori adalah kegiatan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, seminar dan penugasan.

Praktikum adalah kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas, laboratorium, baik di kampus maupun di lahan praktik untuk melatih kemampuan dan keterampilan yang berfokus pada integritas ilmu dan teknologi.

Klinik/PKL adalah kegiatan proses pembelajaran di lahan praktik baik di pelayanan institusi maupun di masyarakat.

F.     Evaluasi hasil belajar

 Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guna menilai sejauh mana kompetensi telah dicapai atau dikuasai oleh mahasiswa sebagai hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai dari setiap mata kuliah dan penilaian pencapaian kompetensi.

Evaluasi hasil belajar dari setiap mata kuliah mencakup evaluasi formatif dan sumatif.

Evaluasi pencapaian kompetensi dilakukan setelah keseluruhan kegiatan belajar dilaksanakan untuk kompetensi yang diharapkan. Evaluasi pencapaian kompetensi menggunakan Pedoman Penilaian Pencapaian Kompetensi dan dengan menggunakan pendekatan OSCE (Objective Structure Competencies Evaluation) dan CPX (Clinical Practice Examination) baik teori maupun keterampilan yang terintegrasi di kelas, di laboratorium dan lahan praktek.

OSCE adalah suatu penilaian yang terstruktur dari kompetensi yang telah dikuasai oleh mahasiswa, terutama digunakan untuk evaluasi formatif. Metoda ini membantu dosen dalam membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam belajar secara individual.

CPX yaitu suatu metode penilaian untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan pengelolaan kasus yang dipresentasikan, dan digunakan sebagai evaluasi sumatif. Metoda ini membantu dosen untuk mengarahkan pencapaian kurikulum

Pemberian nilai hasil belajar dinyatakan dalam lambang dan angka mutu sebagai berikut :

LAMBANG

MUTU

NILAI ABSOLUT

A

3,51 – 4,00

79 – 100

B

2,75 – 3,50

68 – 78

C

2,00 – 2,74

56 – 67

D

1,00 – 1,99

41 – 55

E

0,00 – 0,99

0 – 40

Konversi nilai skala 100 menjadi skala 0 – 4 sesuai dengan pedoman yang diberlakukan dari Pusdiknakes.

G.    Indeks prestasi mahasiswa

 Indeks Prestasi (IP)

IP adalah angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa dalam satu semester dan dihitung setiap akhir semester.

IP dihitung oleh bagian akademik dan disampaikan kepada mahasiswa pada saat yang bersangkutan hendak melakukan pengisian KPS. Dosen wali dan mahasiswa dapat pula melakukan perhitungan IP pada saat pengisian KPS.

  1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

IPK adalah angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa secara kumulatif mulai dari semester pertama sampai dengan semester terakhir yang ditempuh, dan dihitung setiap akhir semester.

H.    Keberhasilan studi

  1. Keberhasilan studi untuk setiap Mata Kuliah.

Syarat minimal untuk lulus MK adalah memiliki nilai C (2,00). Jika memperoleh nilai D maka harus mengikuti Ujian pada Mata Kuliah yang bersangkutan di semester berikutnya, sedangkan jika memperoleh nilai E maka harus mengikuti proses perkuliahan MK yang bersangkutan di semester berikutnya.

  1. Keberhasilan semester

Keberhasilan semester dinyatakan dalam Indeks Prestasi (IP), dan dinyatakan berhasil semester jika memperoleh IP Kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 2,00.

I.    Praktik Kerja Lapangan (PKL)

 Praktek Kerja Lapangan merupakan wadah yang tepat untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada saat belajar-mengajar. PKL bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar dan keterampilan kepada mahasiswa agar memperoleh hasil yang efisien, efektif dan optimal dalam mencari, mengolah, menganalisis data/informasi serta menginterpretasikan hasilnya pada saat intervensi kepada masyarakat.

Ketentuan PKL adalah sebagai berikut :

  1. Panitia pelaksana PKL ditetapkan dengan SK Direktur Akper Pemkab Kotim. Personel kepanitiaan dibahas bersama antara dosen, Pudir I  Bidang Akademik dan Direktur. Susunan kepanitiaan disesuaikan dengan kondisi.
  2. Dilakukan penjajakan lokasi terlebih dahulu dan dimantapkan dengan perjanjian kerjasama.
  3. Mahasiswa diperbolehkan mengikuti PKL apabila telah lulus Mata Kuliah yang dipersyaratkan dan telah menyelesaikan administrasi sesuai ketentuan.
  4. Lahan praktik yang digunakan adalah yang menunjang kepada mahasiswa guna pencapaian kompetensi.

I.       Ujian Akhir Program (UAP)

Ujian Akhir Program diselenggarakan dengan ketentuan yang diatur tersendiri. Secara umum mahasiswa boleh mengikuti UAP apabila :

  1. Telah menyelesaikan/lulus seluruh Mata Kuliah.
  2. Telah memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan Panitia UAP.
  3. Masih berstatus mahasiswa Akper Pemkab Kotim.

Kepanitiaan UAP ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Akper Pemkab Kotim, dan susunan personilnya disesuaikan dengan kebutuhan.

J.      Batas masa studi

 Batas masa program pendidikan di institusi diperhitungkan sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa semester I, dengan masa terpanjang 10 (sepuluh) semester.

Apabila mahasiswa telah sampai pada batas masa studi yang diperkenankan, namun belum dapat menyelesaikan program studinya, maka ia dinyatakan putus studi (Dropped Out/DO). Kepadanya hanya diberikan surat keterangan pernah mengikuti pendidikan program diploma.

K.    Pembimbingan

 Untuk membantu kelancaran belajar mahasiswa, ditetapkan dosen wali / Pembimbing Akademik (PA) yang ditugaskan membimbing mahasiswa tersebut mengikuti pendidikan. Penunjukan dosen wali ditetapkan dengan SK Direktur Akper Pemkab Kotim.

Tugas dosen PA adalah :

  1. Memantau kemajuan studi, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data perkembangan akademik mahasiswa yang dibimbingnya.
  2. Menjalin hubungan pembimbingan dengan mahasiswa secara periodik, misalnya pada awal, pertengahan, dan akhir semester sesuai tata-cara pembimbingan.
  3. Merujuk ke dosen Mata Kuliah tertentu apabila mahasiswa yang dibimbingnya memiliki hambatan dalam penyerapan/pemahaman MK tersebut.
  4. Mengevaluasi keberhasilan dan kegunaan program bimbingan.

Dalam hal dosen PA tidak dapat menjalankan tugasnya dalam jangka waktu yang cukup lama, maka Direktur akan menunjuk penggantinya.

  1. L.     Peraturan dan tata-tertib

 

  1. 1.      Proses belajar-mengajar di kelas
  1. Jam kuliah setiap hari kerja (Senin – Sabtu) dimulai pukul 07.00 – 14.00. Mahasiswa harus sudah mempersiapkan diri sebelum jam perkulaiahn dimulai.
  2. Setiap mahasiswa harus sudah berada di kelas 10 menit sebelum perkuliahan dimulai.
  3. Setiap kelas memiliki organisasi untuk membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di kelas. Organisasi kelas terdiri dari Wali Kelas, Ketua Kelas, Wakil Ketua Kelas, Sekretaris, Bendahara dan seksi-seksi. Khusus untuk berperan sebagai fasilitator perkuliahan maka ditunjuk seksi pendidikan (Sie. Pend) pada masing-masing Mata Kuliah.
  4. Ketua Kelas bertanggung jawab terhadap pengisian daftar hadir, kebersihan kelas dan kelengkapan inventaris kelas. Jika terjadi kerusakan inventaris akibat kelalaian mahasiswa maka wajib diganti baik oleh yang bersangkutan maupun ditanggung secara kolektif (sesuai kesepakatan kelas)
  5. Mahasiswa wajib mengikuti seluruh perkuliahan masing-masing Mata Kuliah.

–          Jika jumlah kehadiran pada Mata Kuliah antara 75 – 90 % maka yang bersangkutan diberikan tugas oleh koordinator Mata Kuliah sebagai syarat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Apabila penugasan tidak dipenuhi maka yang bersangkutan tidak boleh mengikuti Ujian Akhir Semester dan nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dinyatakan : DIANULIR (dinyatakan tidak berlaku). Mahasiswa harus mengulang kuliah pada semester berikutnya.

–          Jika jumlah kehadiran pada Mata Kuliah kurang dari 75 % maka yang bersangkutan tidak boleh ikut Ujian Akhir Semester (UAS) dan nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dinyatakan : DIANULIR (dinyatakan tidak berlaku). Mahasiswa harus mengulang kuliah pada semester berikutnya.

  1. Mahasiswa tidak diperkenankan merokok, mengkonsumsi minuman keras/obat terlarang di lingkungan kampus.
  2. Penampilan diri :

–          Pria : Rambut pendek dan tipis tidak menutupi telingan serta tidak menyentuh krag baju, kumis tipis dan tidak berjenggot, kuku bersih dan tidak panjang.

–          Wanita : Rambut pendek sebahu, kuku bersih dan tidak panjang.

  1. Menggunakan pakaian seragam sesuai dengan ketentuan
  1. 2.      Praktek klinik
  1. Waktu praktek disesuaikan dengan jam perkuliahan
  2. Setiap mahasiswa mengisi daftar hadir setiap hadir praktek dan diketahui Pembimbing Klinik/Kepala Ruangan
  3. Praktek klinik disesuaikan dengan tuntutan Mata Kuliah dimana tiap Koordinator MK bertanggung jawab terhadap Panduan Praktek, Rekapitulasi nilai dan evaluasi pencapaian target.
  4. Setiap mahasiswa harus menjalin kerjasama dengan tim kesehatan lainnya.
  5. Tidak boleh meninggalkan tempat praktek tanpa pengetahuan pembimbing.
  6. Melakukan konsultasi laporan asuhan keperawatan tepat waktu
  7. Peraturan lebih lanjut diatur dalam Panduan Praktek Klinik yang disusun oleh masing-masing Koordinator Mata Kuliah yang melaksanakan Praktek Klinik
  8. 3.      Praktek lapangan (Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Gerontik)

Ketentuan Umum

  1. Setiap kelompok terdiri dari 10-12 orang mahasiswa membina wilayah 1 wilayah kerja mulai dari pengkajian, melaksanakan musyawarah warga, menyusun POA, mengelola implementasi dan melakukan evaluasi.
  2. Setiap mahasiswa membina minimal 3 keluarga dengan masalah kesehatan yang kompleks dan membuat dokumentasi 1 laporan keluarga binaan.
  3. Mahasiswa membuat time table tentang rencana kegiatan kelompok selama PKL berlangsung yang ditandatangani oleh ketua kelompok dan diketahui oleh Pudir I Bagian Akademik dan Direktur Akper.
  4. Mahasiswa membuat absensi dan jurnal kegiatan harian yang diketahui oleh pembimbing yang sedang bertugas pada hari itu. Selain itu mahasiswa juga harus membuat absensi kegiatan setiap kali melaksanakan kegiatan yang berisi nama mahasiswa yang hadir dan nama warga yang menghadiri diketahui oleh Ketua RT setempat.
  5. Setiap hari masing-masing kelompok mengirimkan 1 orang untuk piket di Posko Induk (Polindes) dan melaksanakan piket 3 shift secara bergantian.
  6. Setiap mahasiswa harus menghormati nilai, norma dan budaya yang berlaku dan hidup di masyarakat.
  7. Setiap mahasiswa harus membina hubungan antar manusia yang baik dan komunikasi sosial yang efektif dengan warga masyarakat

Ketentuan Khusus

  1. Setiap kelompok harus mempersiapkan sendiri segala keperluan dan peralatan rumah tangga masing-masing.
  2. Mahasiswa tinggal di wilayah kerjanya masing-masing selama 24 jam dalam sehari di Posko yang sudah ditetapkan
  3. Setiap kelompok diizinkan membawa kendaraan bermotor.
  4. Setiap mahasiswa dilarang menerima tamu kecuali ada hubungan darah (orang tua, saudara). Tamu hanya diizinkan berada di lokasi PKL sampai pukul 19.00 WIB.
  5. Setiap mahasiswa harus berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dibuktikan dengan mengisi absensi/daftar hadir.
  6. Setiap mahasiswa dilarang merokok di fasilitas umum dan saat melaksanakan kegiatan bersama warga
  7. Setiap mahasiswa dilarang mengkonsumsi minuman keras dan narkoba.
  8. Setiap mahasiswa dilarang melakukan tindakan kekerasan baik secara fisik maupun secara psikososial serta tindakan asusila.
  1. M.   Pelanggaran dan sanksi akademik

Jenis sanksi yang dikenakan kepada mahasiswa yang melanggar peraturan dapat berupa :

  1. Tidak diperkenankan mengikuti kuliah (Teori/Praktik)
  2. Peringatan Akademik berupa teguran lisan dan tertulis.
  3. Pemberhentian sementara untuk jangka waktu tertentu (skorsing)
  4. Pemberhentian tetap/pemutusan studi.

Berikut akan diuraikan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan sanksi-sanksi diatas, yaitu :

  1. 1.      Tidak diperkenankan mengikuti kuliah (Teori/Praktik)
    1. Tidak menyelesaikan dan/atau tidak memiliki KPS pada waktu yang telah ditetapkan.
    2. Pada waktu perkuliahan, tidak mengenakan pakaian seragam yang telah ditentukan.
    3. Tidak membawa perlengkapan yang ditentukan saat mengikuti kuliah.

Dosen mempunyai kewenangan untuk menyatakan seorang mahasiswa boleh atau tidak boleh mengikuti kegiatan pembelajaran.

  1. 2.      Teguran Lisan dan Tertulis I sampai III
    1. Teguran lisan :

1)      Tidak memelihara kebersihan dan kerapian lingkungan.

2)      Berlaku kurang/tidak sopan terhadap tenaga kependidikan, pegawai, sesama mahasiswa atau orang lain, misalnya tamu institusi.

3)      Mengganggu kelancaran dan ketertiban proses belajar mengajar.

4)      Melanggar peraturan dan tata-tertib.

Teguran lisan diberikan langsung kepada mahasiswa yang melanggar. Hal tersebut kemudian dilaporkan kepada Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan untuk dibuatkan catatan/arsip.

  1. Teguran tertulis I sampai III :

1)      Memiliki nilai IP kurang atau sama dengan 2,00 pada akhir semester dan/atau IPK kurang atau sama dengan 2,00.

2)      Jumlah jam ketidak hadiran maksimal mencapai 25 % dari jam kuliah.

3)      Melalaikan kewajiban administratif pada semester berjalan.

4)      Melakukan plagiatisme

5)      Melanggar tata tertib setelah mendapat 3 kali teguran lisan.

Sanksi teguran tertulis bersifat akumulatif dan berlaku untuk kurun waktu 1 (satu) semester. Teguran tertulis dikeluarkan oleh Direktur dan ditujukan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan ditembuskan kepada orang tua/wali, serta dicatat di Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.

  1. 3.      Skorsing
    1. Mendapat IP dibawah 2,00 pada akhir semester dan/atau IPK dibawah 2,00, setelah mendapat teguran tertulis III.
    2. Jumlah jam ketidakhadiran tanpa keterangan mencapai 50 % jam kuliah.
    3. Melalaikan kewajiban administratif pada semester berjalan (akumulatif)
    4. Melanggar tata tertib setelah mendapat teguran tertulis III.
    5. Melakukan tindakan pelanggaran hukum dan/atau tindak pidana seperti penyalahgunaan narkotika, miras (mabuk di areal kampus), pencurian dan lain-lain.
    6. Melakukan pelanggaran etika moral dan profesi seperti terbukti membawa/menyimpan CD/kaset audio/video terlarang.
    7. Melakukan pelanggaran etika akademik seperti misalnya terbukti mengerjakan soal ujian mahasiswa yang tidak hadir.

Sebelum dikeluarkan surat skorsing terlebih dahulu dilakukan pemanggilan terhadap mahasiswa yang bersangkutan. Dalam pertemuan penjelasan atas pemanggilan tersebut dibuatkan berita acara yang ditanda tangani oleh Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan mahasiswa yang bersangkutan, disaksikan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, serta Dosen/Dosen PA terkait.

Berdasarkan berita acara tersebut Pudir III Kemahasiswaan berkoordinasi dengan Direktur untuk menetapkan lamanya masa skorsing. Surat skorsing dikeluarkan oleh Direktur dan ditujukan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan ditembuskan kepada orang tua/wali, serta diarsipkan di Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Apabila skorsing tidak ditanggapi maka dapat dilakukan Pemutusan Studi/Pemberhentian Tetap.

  1. 4.      Pemutusan studi
    1. Tingkat kelulusan semester I dan II kurang dari 60 % Mata Kuliah semester tersebut.
    2. Tidak mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa alasan yang dapat dibenarkan pada semester I dan/atau II atau 2 (dua) semester berturut-turut.
    3. Melalaikan kewajiban administratif selama dua semester berturut-turut atau semester berlainan.
    4. Telah melampaui batas studi yang diperkenankan.
    5. Melakukan pelanggaran hukum, tindak pidana, serta melakukan pencurian baik di lingkungan kampus maupun diluar kampus.
    6. Melakukan pelanggaran etika moral dna profesi termasuk melakukan perkelahian baik di lingkungan maupun diluar kampus, dan melakukan tindakan yang mencemarkan nama baik institusi Akper Pemkab Kotim.

Sebelum dikeluarkan surat pemberhentian studi terlebih dahulu dilakukan pemanggilan terhadap mahasiswa yang bersangkutan. Dalam pertemuan penjelasan atas pemanggilan tersebut dibuatkan berita acara yang ditanda tangani oleh Pembantu Direktur I Bidang Akademik dan Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan mahasiswa yang bersangkutan, disaksikan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, serta Dosen/Dosen PA terkait.

Surat pemutusan studi dikeluarkan oleh Direktur untuk ditujukan kepada orang tua/wali, dan ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Dinas Kesehatan Provinsi Palangka Raya, Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan dan pihak lain yang berkepentingan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s